Chiellyn Ashley, dari Iseng Orang Tua Hingga Jadi Influencer

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 26/07/2019 09:21 WIB
Chiellyn Ashley, dari Iseng Orang Tua Hingga Jadi Influencer Chiellyn Ashley, influencer cilik yang gemar memasak. (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Halo, teman-teman," kata Chiellyn Ahsley menyapa netizen lewat unggahan di akun media sosialnya.

Setelah menyapa netizen, Chiellyn langsung memberitahu makanan yang akan dimasaknya. Dia lalu memulai proses memasak satu per satu layaknya koki profesional. Gayanya pun lengkap dengan celemek dan topi chef.

Meski masih berusia enam tahun, Chiellyn tampak lihai dalam memegang pisau dan memotong bahan makanan. Dia juga bisa menggunakan kompor dan blender.


Hobi Chiellyn pada memasak membuat konten media sosialnya banjir soal olahan makanan. Chiellyn yang berdomisili di Bandung ini rutin menyapa para pengikutnya di Instagram setiap hari. Tak ayal, dia pun dijuluki koki cilik.

Eksistensi Chiellyn bermula dari Instagram. Saat masih berusia dua tahun, sang ibu, Aurelia Ratna, gemar mengambil foto dan merekam setiap kegiatan Chiellyn untuk kemudian diunggah ke Instagram. Tujuan awalnya hanya agar kegiatan Chiellyn tersimpan secara digital.

"Pas umur dua tahun aku bikin untuk album anak. Biar pas besar bisa buka sendiri melihat masa kecil dia, karena langsung ada tanggalnya kalau di Instagram," kata ibu yang akrab disapa Ratna itu saat bercerita kepada CNNIndonesia.com, Senin (22/7).

[Gambas:Instagram]

Ratna mengabadikan aktivitas Chiellyn dalam bentuk foto dan video, termasuk ketika memasak. Sejak umur tiga tahun, Ratna menyebut, dibanding pada boneka dan mainan lainnya, Chiellyn justru menunjukkan ketertarikan pada memasak.

Seiring berjalannya waktu, kegemaran Chiellyn pada memasak semakin kentara. Tak jarang dia ikut sang ibu memasak di dapur.

Saat Chiellyn menginjak usia 3,5 tahun, Ratna mengaku kaget karena sang anak memintanya untuk merekam video kegiatannya memasak.

"Dua setengah tahun yang lalu, tiba-tiba dia bilang, 'Mami tolong videoin aku dong'. Terus dia ngobrol seperti orang nge-vlog," kenang Ratna.

Saat itu, Chiellyn tengah meracik roti marshmallow. Itu adalah menu pertamanya yang didokumentasikan.

Awalnya, Ratna tak berniat membagikan video itu di media sosial. Namun, setelah dilihat ulang, dia merasa foto itu layak untuk dibagikan.

"Aku lihat lagi, dan sayang kalau tidak di-posting. Ternyata di luar dugaan, responsnya cukup bagus dan terus dilanjutkan," ujar Ratna.

Sejak saat itu, Ratna rutin merekam aktivitas Chiellyn ketika memasak. Beragam menu sudah dibuat oleh Chiellyn.

Chiellyn mengaku banyak terinspirasi menu dari YouTube dan Instagram. Kini, dia gemar memasak makanan asal Korea Selatan.

"Sekarang suka masak mi ramen, kimchi, dan toppoki," kata Chiellyn.

Chiellyn mengaku tahu aktivitasnya sering direkam oleh sang ibu dan dipublikasikan di media sosial. Namun, dia tak mengetahui secara pasti kegunaan dari media sosial tersebut.

"Enggak tahu, sih, [media sosial] buat apa, tapi senang kalau divideoin, biar semua tahu cara buatnya gimana," ujar Chiellyn.

Eksistensi Chiellyn di media sosial membuatnya kini menerima banyak tawaran pekerjaan. Chiellyn kerap diundang televisi untuk demo masak menjadi koki cilik. Pulang pergi Bandung-Jakarta pun kerap dijalani Chiellyn.

"Enggak apa, senang soalnya bisa jalan-jalan," ucap Chiellyn gembira.

Chiellyn juga banyak menerima endorse dari berbagai produk makanan dan fesyen. Ratna memberi tahu Chiellyn bahwa produk itu merupakan hadiah yang diberikan untuknya.

"Jadi dikasih tahunya kalau endorse itu adalah hadiah. Karena hadiah, jadinya harus ucapkan terima kasih. Dengan begitu dia mau makan atau mencoba baju yang diberikan. Enggak pernah menolak, sampai sekarang," ungkap Ratna.

Selain itu, Chiellyn kini juga menjadi pengajar masak untuk anak-anak berkebutuhan khusus di sebuah yayasan di Bandung. Penghasilan Chiellyn sebagai koki cilik maupun dari media sosial dikelola Ratna untuk tabungan masa depan Chiellyn.

Media sosial, bagi Ratna, membawa dampak positif untuk Chiellyn.

"Banyak nilai positifnya, anak lebih banyak mengenal orang, lebih berani, lebih percaya diri," ujar Ratna.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)