Makna Idul Adha: Pengorbanan untuk yang Dicintai

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 11/08/2019 16:02 WIB
Makna Idul Adha: Pengorbanan untuk yang Dicintai Ilustrasi (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari Raya Idul Adha sarat akan makna dan kaya hikmah. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari Hari Raya Kurban ini. Salah satunya adalah pengorbanan untuk yang dicintai.

Kurban bermula dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya. Nabi Ibrahim menerima perintah itu lewat mimpi.

Nabi Ibrahim lalu menyampaikan perintah itu kepada anaknya. Mereka lalu menaati perintah itu. Saat akan disembelih, Allah mengganti sang anak dengan seekor hewan ternak yang besar.


Lewat perintah itu, Allah hendak menguji ketaatan Ibrahim. Kisah ini terdapat dalam Alquran surat Ash-Shaffat ayat 103-107.

Kisah Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan anak yang dicintainya ini menjadi dasar pelaksanaan kurban. Setelah kepada Nabi Ibrahim, Allah memerintahkan pelaksanaan kurban kepada Nabi Muhammad pada setiap Hari Raya Idul Adha.

Kurban bermakna pengorbanan pada sesuatu yang dicintai, yakni harta yang telah diperoleh. Dengan berkurban, artinya seorang Muslim memberikan sebagian hartanya untuk membeli hewan kurban, lalu menyembelihnya, dan memakan dan membagikan dagingnya kepada orang-orang di sekitar.

"Iduladha itu artinya pengorbanan kita memberikan apa yang kita cintai dari harta benda kepada orang lain dengan maksud ibadah kepada Allah," kata Ustaz KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi kepada CNNIndonesia.com, jelang Iduladha.

Berkurban dapat menyucikan diri dan harta. Dengan berkurban pula, rasa kasih sayang dan peka terhadap sesama bisa ditumbuhkan.

"Agar kita menjadi peka terhadap kehidupan di dunia, bahwa apa yang dari Allah akan kembali kepada Allah," ucap Wahyul.

Berkurban pada Hari Raya Idul Adha juga jelas dapat mendekatkan diri kepada Allah dan mencerminkan sikap takwa. Allah juga mengampuni dosa-dosa orang yang berkurban.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)