Usai Versace, Giliran Givenchy dan Coach Minta Maaf ke China

tim, CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 11:14 WIB
Usai Versace, Giliran Givenchy dan Coach Minta Maaf ke China ilustrasi Givenchy (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah merek busana mewah Versace minta maaf kepada warga China soal t-shirt buatannya kini giliran Coach dan Givenchy yang melakukannya.

Kedua label ini minta maaf kepada konsumen China karena dianggap merusak kebijakan 'satu China.' Ini hanya berselang satu hari setelah Versace melakukan hal yang sama untuk meminta maaf.

Pada Senin, pengguna media sosial menyerukan boikot terhadap dua produk barang mewah tersebut, sesaat setelah desain busana itu mulai beredar online, dikutip dari CNN.


Kedua desain kaos tersebut dianggap mengabaikan Hong Kong yang menjadi bagian dari China dengan menuliskan sebagai nama negara. Taiwan juga dituliskan sebagai negara merdeka.


Label Prancis Givenchy pun menanggapi hal tersebut dengan unggahan di Sina Weibo. Mereka mengatakan bahwa dia harus memperbaiki dan mengambil tindakan pencegahan segera dengan kelalaian dan kesalahan manusia

"Givenchy menghormati kedaulatan China dengan berpegang pada prinsip One China," ungkap pernyataan label tersebut.

Hanya saja, sebelum permintaan maaf terlontar, kedua merek ini sudah menghadapi berbagai reaksi dari warganet dan selebriti yang menjadi dutanya.

Supermodel Liu Wen, salah satu duta Coach pun mengumumkan bahwa dia memutuskan hubungan kerjasama dengan label itu.

"Kedaulatan dan integritas China tak dapat diganggu gugat," tulisnya.

"Saya ceroboh memilih merek untuk diajak kerjasama dan membawa kerugian bagi semua orang. Saya minta maaf kepada semua orang di sini. Saya cinta tanah air saya dan dengan tegas menjaga kedaulatan China."


Jackson Yee, salah satu anggota boy band populer di China, TFBoys juga mengumumkan untuk berhenti bekerjasama dengan Givenchy.

Dalam kasus Versace, kasus serupa juga muncul. Hanya saja mereka mencantumkan Hong Kong dan Makau sebagai negara bukan kota.

Namun juru bicara Versace dengan cepat menanggapi kontroversi itu melalui media sosial dan mengatakan bahwa mereka menghormati dan mendukung kedaulatan dan integritas teritorial China. Versace mengklaim bahwa itu ada desain tahun lalu dan sudah ditarik dari peredaran secara global.

(chs)