12 Brand Indonesia 'Mejeng' di Pameran New York

tim, CNN Indonesia | Kamis, 01/08/2019 12:54 WIB
12 Brand Indonesia 'Mejeng' di Pameran New York ilustrasi pameran (Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penandaan kreativitas tanpa batas diwujudkan melalui program Indonesia Creative Incorporated (ICINC). Tahun ini produk dan jasa kreatif lokal kembali 'mejeng' di pameran New York (NY) New 2019, Agenda Show dan Liberty Fairs 2019.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam bidang ekonomi kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) konsisten untuk memperluas pasar produk dan jasa kreatif ke luar negeri.

Pameran dagang produk kriya NY Now 2019 pada 10 - 14 Agustus 2019 nanti akan diikuti oleh jenema (brand) dari Djalin, Kayou, Sackai Bags, Indo Risakti, Du'anyam, Studio Dapur, Rengganis, dan Kana Goods. 


Pameran ini akan dilaksanakan di Jacob K. Javits Convention Center, New York, AS. Keikutsertaan Berkraf kembali pada pameran ini didasarkan pada pembukuan NY Now 2017 lalu yang mencapai angka Rp 11,4 miliar.

Sementara pameran Agenda Show yang merupakan pameran produk streetwear akan diikuti oleh Annas Tribe, KoolaStuffa, Niion, dan Reinkarnasi. Keikutsertaan kembali Bekraf pada acara Agenda Show tak lain karena keberhasilan ketiga peserta (Elhaus, PMP, dan Paradise Youth Club) yang mendapat kontrak pembelian serta kerjasama dari Urban Outfitters, Inc. pada tahun lalu.


Liberty Fairs yang merupakan pameran produk pria kontemporer akan diikuti oleh produk-produk lokal Pot Meet Pop (PMP), Elhaus, Monstore, dan Bluesville. Agenda Show dan Liberty Fairs akan berlangsung pada tanggal 12-14 Agustus 2019 di Sands Expo, Las Vegas.

Ketiga pameran ini diklaim sebagai pameran ritel dagang terbesar di Amerika Utara. Ini juga menjadi ajang pengenalan produk lokal yang unik, berbeda dari produk lain dan kaya akan sejarahnya.

Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Simanjuntak menyebut bahwa alasan melakukan pameran ke Amerika tak lain karena Amerika merupakan salah satu tujuan ekspor yang besar terutama fashion dan kriya.

"Apa yg ingin kita dorong ke pasar global itu adalah usaha kreatifnya, brandnya, atau kalo dalam bahasa Indonesianya itu jenema," kata Joshua saat Press Conference Bekraf di Djakarta Theater, Jakarta Pusat pada Rabu, (31/7).

"Konsep ekspor yg ingin di dorong adalah menumbuhkembangkan usaha kreatif kita dan brand untuk masuk ke pasar global agar mereka nanti yang akan menjadi importir dari produk-produk tersebut,"

"Ini semua adalah produk-produk dimana ada yang mendesain, nama desainernya ada, dan ada brandnya. Kita ingin melihat brand tersebut hadir di pasar,"

"Seperti contoh reinkarnasi, kita ingin reinkarnasi hadir sebagai brand bukan konveksi. Dimana bisa bertumbuhkembang masuk ke pasar ritel bahkan mungkin memiliki butik sendiri. Jadi mereka nanti yang akan menjadi importir produk dimana nilai tambah itu tidak hilang tetapi tetap ada dalam strategi ekspor."

Keikutsertaan pada NY New yang keempat kali ini karena adanya evaluasi pencapaian yang didapat di pameran-pamaeran yang diikuti. Joshua menyebut sangat berharap penjualan tahun ini akan meningkat dua kali lipat dari pembukuan 2017 lalu.


"Kita berharap tahun ini ritelnya bisa mengambil brand lebih banyak. Kita juga berharap ritel lain bisa meng-enggage bisnis dari brand yang kita bawa. Apalagi kita bawa dua kali lipat brand dari tahun lalu,"

"Harapannya, bisa meluaskan pasar, paling tidak bisa engage bisnis di luar dan tentunya kami sangat berharap brand-brand yang diusung para peserta ini bisa hadir di pasar global. Itu harapan besar. Dan tentunya kami akan terus mendukung jadi ini akan berkelanjutan, tidak akan berhenti disini," kata Joshua. (nad/chs)