Buntut Kasus Rasial, Gucci Tunjuk 'Bos' Baru

tim, CNN Indonesia | Rabu, 31/07/2019 18:45 WIB
Buntut Kasus Rasial, Gucci Tunjuk 'Bos' Baru Gucci (REUTERS/Aly Song)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah tersangkut kasus rasial kulit hitam beberapa waktu lalu, kini label barang fesyen mewah Gucci menunjuk kepala keanekaragaman, ekuitas, dan inklusi baru. 

Posisi kepala keanekaragaman yang baru akan ditempati oleh Renee Tirado. Dia sebelumnya menjabat kepala bagian keanekaragaman dan inklusi di Majot League Baseball di Amerika Serikat. 

Di Gucci, Tirado akan bertugas untuk membuat tempat kerja yang lebih inklusif.


"(Dia) Merancang, mengembangkan, dan menerapkan strategi global untuk menciptakan tempat kerja yang lebih inklusif dan adil serta meningkatkan keragaman tega kerja terkait dengan inisiatif bisnis Gucci," pernyataan resmi label tersebut.


Sebagai kepala keanekaragaman, ekuitas, dan inklusi global, Tirado juga otomatis akan menjadi anggota dari Gucci Changemaker Council. Dewan ini bertugas untuk membuat perubahan agar dapat memajukan keanekaragaman dan inklusivitas.

Tirado mengaku merasa terhormat menjadi bagian dari rumah model asal Italia ini. 

"Saya merasa terhormat bergabung dalam bisnis yang membuat koneksi manusia yang dimulai dengan dasar inklusivitas, dan keragaman, untuk memastikan Gucci tetap relevan secara budaya dan kompetitif secara ekonomi," kata Tirado, dikutip dari Independent.

Presiden dan CEO Gucci Marco Bizzari yakin kehadiran Tirado akan membawa perubahan bagi Gucci dan dan dunia mode.

"Kami telah menantang diri sendiri selama beberapa bulan terakhir untuk mempercepat visi kami mengembangkan organisasi yang lebih kuat. Saya yakin Renée akan membantu kami menciptakan perubahan yang berarti tidak hanya di perusahaan kami, tetapi juga di industri fesyen," ucap Bizzari.


Sejak tersangkut kasus rasial kulit hitam atau black face, Gucci tampak serius menangani masalah keanekaragaman. Maret lalu, mereka mereka membuat program dengan dana US$5 juta dolar untuk membangun hubungan antara komunitas Afrika-Amerika. 

Pada Februari lalu, Gucci mendapat kecaman karena merilis sweater yang dianggap menyerupai wajah kulit hitam. Sweater seri wol balaclava itu bertipe turtle neck. Setelah diprotes, Gucci pun memutuskan untuk menarik sweter itu dari pasaran. (ptj/chs)