Jember Fashion Carnaval, Pertama Kali Tanpa Dynand Fariz

tim, CNN Indonesia | Kamis, 01/08/2019 15:30 WIB
Jember Fashion Carnaval, Pertama Kali Tanpa Dynand Fariz ilustrasi jember fashion carnaval (ANTARA FOTO/Seno)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelaran mode Jember Fashion Carnaval (JFC) 2019 resmi dibuka. JFC ke-18 ini merupakan ajang pertama yang dibuka tanpa kehadiran sang pendirinya, desainer Dynand Fariz. Dynand meninggal dunia pada April 2019 lalu.

Pembukaan JFC 2019 dilangsungkan di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pembukaan ini dihadiri oleh Bupati Jember Faida dan desainer Anne Avantie. Walau tanpa kehadiran Dynand, karnaval ini disebut tetap membawa semangat sang pendiri.

"Dynand telah berpulang, namun bukan berarti JFC akan berakhir karena kami semua sepakat untuk terus melanjutkan warisan Dynand Fariz yang sudah diakui dunia, bahkan komunikasi sudah dilakukan dengan Provinsi Jatim hingga Bapak Presiden untuk terus menjaga JFC," kata Faida saat pembukaan JFC di Jember, Rabu (31/7), dikutip dari Antara.


Karnaval bertaraf internasional ini mengangkat tema Tribal Grandeur yang berarti keagungan suku-suku bangsa di dunia. Sebanyak delapan defile suku bangsa akan ditampilkan di karnaval ini yakni Suku Bangsa Aztec (Meksiko), Mongol (Mongolia), Zulu (Afrika Selatan), Viking (Norwegia), Karen (Thailand), Polynesia, dan Indonesia yang diwakili oleh Suku Minahasa (Sulawesi Utara) dan Hudoq (Kalimantan Timur).


Selain itu, JFC 2019 ini juga merupakan JFC pertama yang diikuti oleh Anne Avantie. Faida menyebut perancang yang akrab disapa Bunda Anne itu memberikan suntikan semangat baru untuk JFC sepeninggal Dynand.

Anne pun mengaku keikutsertaannya di JFC kali ini merupakan janjinya untuk Dynand yang belum sempat ditepati sebelumnya.

"Saya datang untuk sahabat saya almarhum Dynand Fariz dan memenuhi undangannya, selama beliau masih hidup belum bisa saya penuhi," ungkap Anne.

Di Jember Fashion Carnaval, Anne membawa 25 karya busana yang dirancangnya dalam waktu singkat. Karya dengan tema Selalu di Hati itu didedikasikan khusus untuk Dynand.

"Saya membawa 25 karya busana yang akan ditampilkan dalam JFC dan semuanya dilakukan secara mendadak, dan kehadiran saya di JFC tidak bisa menggantikan sosok Dynand Fariz, namun oase untuk menjadi ketenangan dan menyejukkan semuanya," tutur Anne.


JFC 2019 diselenggarakan dengan sejumlah rangkaian acara. Setelah pembukaan, pada Kamis (1/8) akan digelar Pets Carnival. Kemudian Kids dan Artwear Carnival pada Jumat (2/8), lalu Wonderful Archipelago Carnival Indonesia pada Sabtu (3/8) dan puncak acara JFC, yaitu Grand Carnival pada Minggu (4/8). 

Acara puncak ini bakal menampilkan defile suku bangsa di dunia yang akan memenuhi catwalk sepanjang 3,6 kilometer di Jember, Jawa Timur.

(ptj/chs)