Agar Produktif, 'Ngemil' Justru Disarankan saat Kerja Malam

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 06:17 WIB
Agar Produktif, 'Ngemil' Justru Disarankan saat Kerja Malam Foto: Epicantus/Daria
Jakarta, CNN Indonesia -- Camilan identik dengan penambahan berat badan. Makan camilan alias 'ngemil' juga dikonotasikan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan pola makan sehat. Namun, penelitian dalam jurnal Nutrients justru menyarankan para pekerja larut malam untuk menikmati camilan.

Ini bisa menjadi kabar baik bagi Anda yang hobi ngemil saat bekerja di malam hari. Camilan yang disarankan pun bukan hanya buah-buahan atau salad sayur, melainkan Anda juga boleh menyantap pretzel, biskuit keju, keripik, atau sejenisnya.


Seperti yang dilansir Daily Mail, penelitian yang dilakukan oleh Charlotte Gupta dan tim dari University of South Australia berangkat dari kenyataan bahwa semakin banyaknya industri kerja yang meminta karyawan untuk bekerja sepanjang waktu. Sehingga bekerja lembur atau sistem kerja shift menjadi hal lumrah di dunia kerja saat ini.


Namun, peneliti juga mendapati kenyataan bahwa jutaan pekerja larut malam mengeluh bahwa diet mereka hancur karena sudah terbiasa makan sepanjang malam dan cenderung mengalami obesitas.

"Belum ada penelitian yang membahas apakah makan tertentu baik atau buruk untuk kesehatan maupun kinerja mereka. Ini menjadi studi pertama yang menyelidiki bagaimana perasaan dan kinerja para pekerja lembur bila makan dalam jenis dan jumlah yang berbeda," papar Gupta.

Untuk penelitian ini, tim peneliti melibatkan 44 pekerja sehat dari jam kerja reguler dan membagi mereka dalam tiga kelompok. Satu kelompok diminta mengonsumsi makan besar seperti nasi kari serta sandwich di tengah malam, kelompok dua diminta untuk makan camilan saja, dan kelompok tiga tidak makan sama sekali.

"Kami meminta peserta melakukan banyak tes kinerja dan memberi peringkat bagaimana perasaan dan kinerja mereka, termasuk tingkat kelaparan, reaksi usus, dan kantuk," lanjut Gupta.

Hasilnya, peserta yang makan camilan tengah malam merasa lebih waspada ketimbang dua kelompok lainnya. Lalu, mereka yang tidak makan apa-apa saat bekerja malam, juga merasakan hal yang sama ketimbang kelompok yang makan besar. Sedangkan kelompok yang makan besar, memiliki tingkat waspada maupun kinerja terendah.

Namun bila dibandingkan antara kelompok makan camilan dan kelompok yang tidak makan apa-apa, peserta yang hanya makan camilan ringan, didapati memiliki perasaan dan kinerja paling baik dari dua kelompok lainnya.

Walau demikian, peneliti tetap menyarankan pekerja larut malam untuk tidak melewati jam makan. Anda bisa makan besar sesuai jam makan, agar terhindar dari makan besar di tengah malam yang memicu obesitas. Bila lapar, nikmati saja camilan ringan kesukaan.

[Gambas:Video CNN] (ayk/ayk)