Fakta Bajakah, Tanaman yang Diklaim Jadi Obat Kanker Payudara

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 12:38 WIB
Fakta Bajakah, Tanaman yang Diklaim Jadi Obat Kanker Payudara ilustrasi: Kepopuleran tanaman ini dimulai sejak dua orang siswi dari SMAN 2 Kota Palangkaraya mendapat Gold Medals di ajang World Invention Creativity (WICO) pada Juli lalu di Seoul, Korea Selatan.(Dok. Padrinan/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua bulan lalu, tanaman Bajakah bisa jadi masih asing di telinga banyak orang. Namun, setelah tanaman ini dijadikan inovasi obat kanker payudara, Bajakah lantas menjadi buah bibir.

Kepopuleran tanaman ini dimulai sejak dua orang siswi dari SMAN 2 Kota Palangkaraya mendapat Gold Medals di ajang World Invention Creativity (WICO) pada Juli lalu di Seoul, Korea Selatan.

Lantaran mereka menjadikan akar bajakah Tunggal sebagai objek inovasi untuk obat kanker payudara, yaitu dalam bentuk bubuk yang siap diseduh dan diminum.



Mengutip Antara, Selasa (13/8), Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran bahkan segera mematenkan penemuan tersebut agar tak dipatenkan oleh negara lain.

Penasaran dengan tanaman Bajakah, berikut fakta-fakta mengenai tanaman Bajakah dari beragam sumber.

1. Mengandung zat pelawan kanker
Tamanan Bajakah dinilai memiliki 40 zat yang diyakini dapat melumpuhkan sel-sel kanker, seperti flavonoid, fenolik, steroid, terpenoid, tannin, saponin, alkonoid, dan lainnya.

2. Tumbuh di tengah hutan
Taman Bajakah merupakan tanaman liar yang habitatnya berada di hutan Kalimantan Tengah. Sebagai hutan yang belum banyak terjamah, tak mudah untuk sampai ke lokasi di mana tanaman Bajakah tumbuh.

3. Tak bisa sembarang budidaya
Bukan hal mustahil untuk membudidayakan tanaman ini. Namun, kandungan zat dalam tanaman Bajakah bisa berbeda bila ditanam di tempat lain yang bukan habitat aslinya.

4. Bajakah banyak jenisnya
Ternyata, Bajakah banyak jenisnya. Masing-masing jenis memiliki manfaat yang bervariasi. Misalnya Bajakah Lamei yang dipercaya bisa mengobati diare, atau Bajakah Tampala yang dapat mempercepat penyembuhan luka berkat kandungan senyawa fenolik, flavonoid, tannin, dan saponin.


6. Obat herba Suku Dayak
Bajakah telah lama dijadikan ramuan obat penyembuh beragam penyakit oleh suku Dayak. Dengan cara dicacah batangnya lalu ditumbuk. Setelah itu direbus dan diminum airnya sebagai pengganti air putih. Air rebusan batang Bajakah memiliki rasa hambar.

(dir/ayk)