11 Faktor Penyebab Sakit Jantung

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 08/11/2019 08:03 WIB
11 Faktor Penyebab Sakit Jantung Ada beberapa penyebab sakit jantung yang sering diabaikan. (Foto: Istockphoto/ Suphaporn)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyakit jantung adalah kondisi ketika jantung mengalami gangguan fungsi, bisa pada pembuluh darah, katup, maupun detak jantung. Mengenali penyebab-penyebab sakit jantung bisa membuat Anda terhindar dari risiko yang mematikan.

Penyakit jantung menjadi fokus kesehatan di berbagai negara, baik maju maupun berkembang. Penyakit yang acap kali disebabkan oleh penyakit jantung koroner ini merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di dunia.


Penyakit jantung koroner biasanya dipicu oleh penumpukan kolesterol sehingga membentuk plak pada dinding arteri dalam jangka waktu yang cukup lama. Lama-kelamaan penumpukan itu akan menyumbat aliran darah. Gangguan tersebut dikenal sebagai aterosklerosis.


Penyakit yang tergolong silent killer ini jarang sekali menunjukkan gejala awal namun dapat menyebabkan kematian. Banyak faktor risiko, seperti kondisi atau kebiasaan gaya hidup yang tak sehat dapat memperbesar peluang terkena penyakit jantung.

Penting untuk memahami apa saja penyebab sakit jantung sekaligus tindakan apa yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terkena penyakit ini. Berikut 11 faktor risiko utama penyakit jantung dilansir dari beberapa sumber.

Usia

Pemicu Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan [EBG]Risiko serangan jantung meningkat seiring bertambahnya usia. Pria berisiko tinggi mengalami serangan jantung setelah usia 45 tahun, sedangkan wanita biasanya setelah menopause. (Foto: Istockphoto/KatarzynaBialasiewicz)

Semakin bertambahnya usia akan meningkatkan risiko kerusakan dan penyempitan arteri. Selain itu, kerja otot jantung melemah atau menebal seiring bertambahnya usia.

Suara Bising
Tingkat suara yang terlalu keras seperti suara pesawat terbang, pengeras suara yang berdengung, hingga kebisingan lalu lintas dapat meningkatkan tekanan darah yang bisa mengganggu kesehatan jantung. Kebisingan lalu lintas diperkirakan berkisar di angka 50 desibel, dan setiap peningkatan 10 desibel suara memperbesar peluang seseorang terkena penyakit jantung dan stroke.

Keturunan dan Biologis

Pemicu Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan [EBG]Sebenarnya peluang anak untuk terkena penyakit jantung yang diturunkan oleh orang tua yang memiliki riwayat penyakit ini, bisa diminimalisasi jika terbiasa menjalankan hidup sehat. (Foto: mario0107/Pixabay)

Riwayat keluarga dengan penyakit jantung dikaitkan dengan tingginya risiko penyakit jantung koroner, terutama jika kerabat dekat menderita penyakit jantung pada usia dini. Risiko akan semakin besar apabila ayah atau saudara laki-laki didiagnosis menderita penyakit jantung sebelum usia 55 tahun, atau jika ibu atau saudara perempuan Anda yang mengidap penyakit itu sebelum usia 65 tahun.

Selain itu, orang tua yang terserang penyakit jantung, kemungkinan besar anaknya juga akan berpeluang terkena penyakit jantung juga. Wanita yang mendapatkan menstruasi pertama sebelum mereka berusia 12 tahun atau mereka yang berhenti mengalami menstruasi sebelum usia 47 juga lebih cenderung mengalami stroke serta penyakit jantung. Risiko pada wanita juga meningkat jika dia pernah mengalami keguguran atau menjalani pengangkatan ovarium.

Jumlah anak pun juga dianggap berpengaruh terhadap risiko terserang penyakit jantung. Dengan alasan bahwa selama wanita hamil, jantung akan semakin membesar, hormon tidak seimbang, dan sistem kekebalan tubuh meningkat. Hal inilah yang diduga semakin banyak anak berisiko memicu penyakit jantung.

Kesepian

11 Faktor Risiko Utama Penyakit Jantung [EBG]Ilustrasi kesepian. Kesedihan atau kesepian sering dikaitkan dengan darah tinggi dan efek stress lainnya. (adamkontor/Pixabay)

Segala hal yang berkaitan dengan kesedihan dan kesepian seperti patah hati, tidak merasa bahagia dengan hubungan pertemanan, keluarga, atau percintaan, akan membuat Anda merasa kesepian. Namun harus berhati-hati karena kesepian akan meningkatkan peluang terserang penyakit jantung dan stroke.

Kesedihan dan kesepian sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan efek stres lainnya. Jadi, sebaiknya perluas jaringan pertemanan, misalnya bergabung dengan komunitas yang Anda sukai. Dengan begitu anda akan mendapatkan banyak manfaat dan menemukan lebih banyak teman baru.

Obat ADHD

Pemicu Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan [EBG]Obat-obatan yang meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung bisa membahayakan kesehatan jantung dalam jangka panjang (Foto: morgueFile/mconnors)

Obat stimulan seperti dextroamphetamine dan methylphenidate yang Anda telan memang dapat membantu lebih fokus, tetapi efek sampingnya dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.

Jika dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah jantung. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika Anda memutuskan untuk mengonsumsi obat tersebut untuk mengurangi risiko penyakit yang mungkin terjadi pada jantung.

Kurang Berolahraga
Orang yang bekerja setidaknya 55 jam per minggu memiliki risiko terkena penyakit jantung dibanding orang yang bekerja selama 35-40 jam per minggu. Hal ini bisa disebabkan karena tekanan pekerjaan di kantor yang tinggi. Semakin banyak Anda menghabiskan waktu untuk bekerja atau lembur maka semakin banyak hal yang Anda pikirkan. Kondisi seperti itu akan membuat rentan stres dan tidak punya waktu luang untuk berolahraga.

Kurang olahraga karena Anda sering lembur akan menyebabkan tubuh khususnya jantung menjadi tidak sehat. Sebenarnya, jika Anda bermalas-malasan di rumah terlalu lama menonton tv dan kurang berolahraga juga sama saja akan meningkatkan risiko serangan jantung.

Merokok

Pemicu Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan [EBG]Merokok bisa merusak lapisan pembuluh darah dan menyebabkan peningkatan deposit lemak di arteri. (Foto: cherylholt/morgueFile)

Orang yang merokok memiliki risiko penyakit jantung yang meningkat secara signifikan. Nikotin mengonstriksi (membengkak dan membekukan) pembuluh darah Anda. Selain itu, karbon monoksida yang diisap dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah sehingga membuatnya lebih rentan terhadap aterosklerosis.

Serangan jantung lebih sering terjadi pada perokok daripada bukan perokok, namun perokok pasif yang terus-menerus terekspos asap rokok juga berisiko terserang penyakit jantung koroner.

Penyakit Gusi
Ternyata penyakit gusi akibat bakteri yang bersarang di mulut jadi salah satu penyebab sakit jantung. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam darah dan memicu peradangan arteri yang dapat menyebabkan penumpukan lemak di dalamnya. Kondisi inilah yang membuat risiko serangan jantung dan stroke akan menjadi lebih tinggi.

Pola makan yang tidak sehat

Pemicu Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan [EBG]Di balik kelezatan makanan junk food yang mudah didapatkan itu, mengandung lemak jenuh, tinggi garam, gula, dan zat aditif sintetis yang sangat membahayakan kesehatan jantung. (Foto: Raw Pixel)

Makan terlalu banyak makanan yang memiliki jumlah lemak jenuh, lemak trans, garam, dan gula yang tinggi menyebabkan kolesterol yang dapat berkontribusi terhadap penyakit jantung.

Tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat meningkatkan risiko pembentukan plak dan aterosklerosis. Kolesterol tinggi dapat disebabkan oleh kolesterol LDL (low-density lipoprotein) tingkat rendah, yang dikenal sebagai kolesterol jahat. Kolesterol HDL tingkat rendah, atau yang dikenal sebagai kolesterol baik, juga dapat berkontribusi pada pengembangan aterosklerosis.

Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pengerasan dan penebalan pembuluh darah, mempersempit saluran pembuluh darah. Ini adalah salah satu penyebab sakit jantung yang harus Anda waspadai karena acap kali tekanan darah tinggi tidak terdeteksi tanpa pemeriksaan rutin.

Diabetes
Pemicu Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan [EBG]Fakta medis mengungkapkan bahwa penderita diabetes mempunyai peluang dua kali lebih besar mengalami penyakit jantung koroner dibanding orang yang tidak menderita diabetes. (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

Diabetes dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Diabetes tipe 2 dan penyakit jantung koroner memiliki faktor risiko yang sama, seperti obesitas dan tekanan darah tinggi.

Mungkin Anda tidak dapat menghindari beberapa penyebab penyakit jantung, seperti usia maupun faktor keturunan keluarga. Namun yang lebih penting adalah menjauhi pemicu eksternal dan mengubah pola gaya hidup yang mungkin dilakukan secara tidak sadar ketika melakukan aktivitas sehari-hari.

(paz/fef)