Kala Rinaldy Yunardi 'Belajar' tentang Nusantara

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 19:31 WIB
Kala Rinaldy Yunardi 'Belajar' tentang Nusantara Karya 'gong' dari presentasi Rinaldy Yunardi tentang Nusantara dalam gelaran Jakarta Fashion and Food Festival 2019. (Dok. JFFF 2019)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bak bocah SD yang menghafal beragam provinsi dari Sabang sampai Merauke, Rinaldy Yunardi belajar sepenuhnya tentang Indonesia. Voila! Berkat pertunjukan pamungkas di gelaran Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2019, Rinaldy 'lulus'.

Tengok saja antrean yang terjadi beberapa menit jelang pertunjukan. Nyaris seperti antrean kereta listrik pada jam-jam krusial. Bedanya, tak ada bau asap atau keringat. Yang ada hanya aroma parfum memikat, tampilan modis, dan riasan tebal. Mereka berbondong-bondong ingin menyaksikan hasil 'ujian' Rinaldy dari proses belajarnya tentang Indonesia selama satu tahun.

Label Rinaldy Yunardi tampaknya layak jadi magnet penonton. Selain wira-wiri di panggung 'kampung halaman', namanya pun sudah berseliweran di kancah internasional.

Aku, Untukmu Indonesia. Demikian judul presentasi Rinaldy kali ini. Tak berlebihan, koleksi yang dipamerkan pada Rabu (21/8) malam itu berkelana dari Sabang sampai Merauke. Rinaldy menangkap dan merepresentasi ulang ciri khas setiap daerah dari 34 provinsi yang ada di Nusantara.

"Saya memang keturunan Tionghoa, tapi lahir dan berkarya buat Indonesia. [Aksesori mewakili] 34 provinsi, masing-masing diangkat apa yang sangat kental dari daerah-daerah tersebut," jelas Rinaldy saat konferensi pers jelang pertunjukan di Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta.

RinaldyPresentasi koleksi desainer Rinaldy Yunardi dalam gelaran Jakarta Fashion and Food Festival 2019. (Dok. JFFF 2019)
Satu tahun adalah waktu yang diperlukan Rinaldy untuk menelurkan koleksinya kali ini. Dia banyak menggali informasi tentang Nusantara dari berbagai sumber.

Eureka! Sebanyak 34 karya aksesori dan satu karya sebagai gong yang sarat dengan kekayaan budaya Nusantara dipresentasikan.

Tak cuma headpiece, Rinaldy juga bermain dengan beragam aksesori lain seperti hiasan leher, pundak, gelang yang nyaris menyerupai tameng, obi, hingga sabuk.

Tak banyak warna yang dimainkan Rinaldy. Dia hanya mengikuti warna asli bahan, seperti emas dan perak pada tembaga. Ada pula nuansa hitam dari material bulu pada beberapa aksesori.


Diiringi musik pasukan violinist perempuan, satu per satu model berbusana suit hitam karya Agus Lim memamerkan aksesori. Sebuah headpiece dengan panel kaca pada wajah mencoba menggambarkan budaya Aceh. Bentuknya menyerupai Pinto Aceh atau Pinto Khob. Ragam hias yang banyak dijumpai sebagai cendera mata Aceh ini diwujudkan Rinaldy dalam bentuk headpiece berbahan emas.

Ada pula headpiece dengan bentuk yang menyerupai kapal pinisi, kapal layar tradisional masyarakat Bugis, Sulawesi Selatan. Tak lupa pula tanduk dari perak yang menggambarkan Tana Toraja dengan upacara rambu solok dan penyembelihan kurbannya. Tanduk kerbau umumnya dipasang di depan rumah sebagai simbol status sosial.

RinaldyDalam presentasinya kali ini, Rinaldy Yunardi mengangkat tajuk "Aku, Untukmu Indonesia". (Dok. JFFF 2019)
Nuansa Nusantara kian terasa saat hiasan pundak hingga lengan hadir merepresentasikan Rumah Gadang, rumah adat Suku Minangkabau, Sumatera Barat.

Kalimantan Timur dituangkannya ke dalam serangkaian gelang yang menjuntai. Gelang seolah menggambarkan Suku Dayak yang identik dengan telinga panjangnya. Masih beraroma Kalimatan, Rinaldy juga mengambil bentuk talawang atau perisai khas Dayak.

Tak lupa pula Tanah Jawa yang turut direpresentasikannya. Dia menuangkan gamelan ke dalam salah satu koleksi headpiece-nya.

Lalu. ada pending yang disulap sebagai hiasan pinggang. Sejarah mencatat, pending merupakan benda yang dibawa pedagang China ke wilayah Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7.

Rinaldy seolah menguji pengetahuan penonton tentang Indonesia. Dari sekian banyak aksesori, hanya segelintir yang benar-benar bisa dikenali dan mewakili daerah-daerah di Indonesia. Wajar, bukan hal mudah untuk 'memeras' sekian banyak budaya yang hidup di Indonesia dan merepresentasikannya kembali melalui aksesori.

RinaldyIlustrasi. Rinaldy Yunardi mencoba merepresentasikan ulang ciri khas dari masing-masing daerah di seantero Nusantara. (Dok. JFFF 2019)
"Selama ini saya sering berkhayal semau saya, sedangkan JFFF, kan, Indonesia banget. Saya pun [harus] belajar," ujarnya.

Sebagai gong, Rinaldy menghadirkan Ibu Pertiwi melalui sebuah headpiece yang merupakan interpretasinya atas Indonesia. Headpiece hadir dengan bentuk lingkaran menyerupai matahari dan terdiri dari bentuk bunga-bunga.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)