Buat Masker 'Bolong-bolong,' Asos Dikecam Warganet

tim, CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 11:44 WIB
Buat Masker 'Bolong-bolong,' Asos Dikecam Warganet Masker 'bolong-bolong' label Asos dikecam netizen karena dianggap tak berguna untuk menangkal virus flu atau pun polusi. (asos.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemandangan kabut di seputaran Jakarta menggambarkan betapa banyak polutan mengotori udara. Warga ibukota layak mengenakan masker demi mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Namun masker keluaran lapak online Asos tampaknya tidak bisa menolong situasi.

Melalui akun Twitternya, retailer mancanegara ini merilis masker. "Musim festival/musim flu/berhadapan dengan lawan bicara dalam jarak dekat, bertemu dengan tahun yang baru," tulis Asos dalam beserta unggahan pria mengenakan masker.




Masker tampak menarik dengan warna silver dan tampak seperti gabungan keping berbentuk bulat kecil. Dalam laman resminya, dijelaskan bahwa masker memiliki tali karet.

Akan tetapi jarak antarbulatan silver agak rengggang sehingga masker kurang mampu menyaring polutan, malah terlihat hanya sekadar jadi aksesori. Masker ini jelas tak bisa melindungi pemakainya dari virus penyebab flu seperti yang diklaim produk tersebut.


Hal ini pula yang membuat netizen menilai produk masker begitu konyol.

"Ini tidak akan dikategorikan sebagai pencegah penularan influenza," tulis akun @CSHenderson88.

"Membayangkan seseorang percaya ini bakal bisa mencegah mereka dari penularan flu. Saya takut," cuit Nikki lewat akun @x_nixxie.

"Ada lubang-lubangnya dan di samping itu dia tampak konyol," komentar akun @Adele2428.


Bahkan ada netizen yang cukup kasar dengan melontarkan permintaan untuk memecat si desainer.

"Pecat saja desainermu," tulis Dame dengan akun @damethepug.

Jika Anda menginginkan masker ini, Asos menjualnya dengan harga 12 poundsterling atau sekitar Rp207ribu. Harga yang terlampau mahal untuk masker yang tak bisa menyaring polutan di udara. (els/chs)