Gara-gara Terlalu Perhatian, Wanita UEA Ceraikan Suaminya

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 29/08/2019 07:48 WIB
Gara-gara Terlalu Perhatian, Wanita UEA Ceraikan Suaminya Sikap romantis bukan jaminan pernikahan awet. Foto: Takmeomeo/Pixabay
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus perceraian umumnya muncul akibat perselingkuhan atau kekerasan dalam rumah tangga. Hal berbeda justru dilakukan seorang wanita yang tinggal di Uni Emirat Arab.

Belum lama ini, sang wanita mengajukan gugatan cerai dengan alasan sikap sang suami terlampau sempurna.

"Saya tersiksa karena cinta dan afeksinya yang begitu ekstrem. Dia bahkan menemani saya membersihkan rumah tanpa saya minta," kata dia mengutip dari Khaleej Times (24/8).



Pada pengadilan Sharia di Fujairah, wanita ini mengaku tidak hidup dalam kekerasan sang suami. Justru, si suami tidak pernah membantah pendapatnya dan mengikuti semua keinginannya selama setahun kehidupan pernikahan mereka.

Saat si wanita komplain dengan berat badan pasangannya, si suami lantas bergegas mengatur diet ketat. Tak hanya itu, sang suami begitu rutin berolahraga di pusat kebugaran meski kakinya sakit.

Kenyataannya, ini tak membuat sang istri senang.

"Saya sangat menginginkan satu hari dengan perselisihan, tetapi ini tampaknya mustahil, mengingat suami sangat romantis, selalu memaafkan saya, dan menghujani saya dengan hadiah-hadiah," ujarnya.

Si wanita benar-benar menginginkan sebuah diskusi bahkan jika perlu ada perdebatan dalam rumah tangga. Ia tak nyaman dengan hidup yang penuh dengan kepatuhan sepanjang hari.


Di sisi lain, sang suami memohon untuk menunda perceraian. Pada pihak pengadilan, suami menyebut tidak adil jika penilaian hanya berdasar setahun usia pernikahan.

"Tiap orang belajar dari kesalahan. Saya selalu berharap jadi suami yang sempurna dan baik," kata suami di dalam pengadilan.

Melihat hal ini, pengadilan memutuskan untuk memberikan pasangan tersebut kesempatan mediasi dan menyelesaikan perselisihan ini berdua. (els/ayk)