Kepulauan Seribu, Destinasi Pelipur Lara Tiket Pesawat Mahal

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 15:38 WIB
Kepulauan Seribu, Destinasi Pelipur Lara Tiket Pesawat Mahal Wisatawan di Pantai Pasir Perawan, Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Administrasi Kepulauan Seribu melakukan survei pada tahun 2018 bahwa dari 30 juta penduduk Jabodetabek hanya 30 persennya yang mengenal baik Kepulauan Seribu.

Kepala Sudin Parbud Kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia, mengatakan kalau edukasi mengenai pariwisata di Kepulauan Seribu sangat penting dilakukan, sehingga turis bisa berdatangan dan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

"Mereka mungkin pernah mendengar tentang Kepulauan Seribu, namun tidak tahu di sana ada atraksi apa saja. Padahal secara geografis letaknya lebih dekat dengan Jabodetabek dibandingkan Bali dan Lombok. Terlebih di tengah mahalnya harga tiket domestik, berkunjung ke Kepulauan Seribu tentu jatuhnya akan lebih murah," kata Cucu dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com pada Kamis (5/9).



Dalam rangka mengenalkan objek dan atraksi wisata di sana, Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu berinisiatif menggelar sejumlah pameran bertajuk 'Ayoo Seru-Seruan ke Pulau Seribu' di mal-mal yang tersebar di Jabodetabek dan Bandung.

Di Jakarta pameran 'Ayoo Seru-Seruan ke Pulau Seribu' berlangsung di Living World Alam Sutera pada 28 Agustus - 1 September 2019.

Selanjutnya pameran akan berlangsung di Mal Kelapa Gading pada 4 September - 8 September 2019, kemudian di Kota Kasablanka pada 11 September - 15 September 2019.

Setelah Jakarta, pameran akan berlanjut di Bandung, tepatnya di Festival Citylink Bandung pada 26 September - 29 September 2019, sebelum kemudian giliran warga Bekasi untuk dapat mengunjunginya di Summarecon Mall Bekasi pada 24 Oktober - 27 Oktober 2019.

Di acara ini pengunjung bisa bertemu langsung dengan banyak operator wisata Kepulauan Seribu untuk mengetahui lebih lanjut mengenai paket-paket wisata yang ditawarkan.

Kepulauan Seribu, Destinasi Pelipur Lara Tiket Pesawat MahalSuasana pameran pariwisata Kepulauan Seribu di Livingworld Alam Sutera, Jakarta. (Dok. Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Administrasi Kepulauan Seribu)

Ragam atraksi

Pameran bukan hanya menjadi alat promosi pariwisata Kepulauan Seribu. Penyelenggaraan festival juga ikut disertakan.

Seribu Islands Reggae Festival di Pulau Pari yang digelar Maret 2019 tercatat dihadiri 4.000 orang. Lalu Seribu Islands Indie Festival di Pulau Tidung yang digelar pada 22 Juni 2019 untuk memeriahkan Ulang Tahun Jakarta tercatat dihadiri 2.000 orang.

Kedua festival tersebut merupakan rangkaian dari total enam festival yang digelar di sejumlah pulau Kepulauan Seribu sepanjang 2019.

Cucu berharap, pameran 'Ayoo Seru-Seruan ke Pulau Seribu' meningkatkan kunjungan turis ke Kepulauan Seribu di hari kerja, berhubung okupansi beragam akomodasi di kawasan ini rata-rata hanya 25-30 persen di luar akhir pekan.

"Kunjungan di akhir pekan memang sudah cukup baik, namun kami juga ingin membuat orang mau datang di hari biasa. Bencana tsunami di Banten pada akhir Desember 2018 membuat orang takut bepergian ke daerah-daerah pesisir, sehingga tiga bulan pertama di tahun ini kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu turun hingga 90 persen," ujar Cucu.


Cara menuju

Untuk menuju Kepulauan Seribu, turis hanya perlu menuju pelabuhan di Muara Angke, Muara Kamal, atau deretan Dermaga Pantai Marina Ancol, tergantung jenis kapal yang dipilih.

Selain olahraga air seperti snorkeling, jetski, atau flyingboard, Kepulauan Seribu juga layak dijadikan destinasi wisata alam dan destinasi bulan madu.

Sebagai destinasi wisata alam, di kawasan ini terdapat Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu dengan zona konservasi burung, hutan bakau, penyu, dan hiu.

Karena berada lebih dekat dengan Jakarta, tentu saja biaya transportasinya jauh lebih murah, terutama bagi pasutri yang sedang menghemat dana bulan madu.

Soal akomodasi, ada dua jenis tempat penginapan di Kepulauan Seribu.

Pertama, homestay di pemukiman penduduk, yang dikelola warga dan berlokasi di Pulau Pramuka, Pari, Tidung, dan Harapan.

Kedua, pulau resor yang dikelola perusahaan swasta, yang berada di Pulau Bidadari, Ayer, Pelangi, Sepa, Pantara, Macan, dan Putri.

Tarif menginap per malamnya bervariasi, kembali ke anggaran berwisata yang dimiliki.

(ard/ard)