Trik 'Berburu' Panorama Afrika di TN Baluran

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Minggu, 06/10/2019 13:48 WIB
Trik 'Berburu' Panorama Afrika di TN Baluran Monyet liar di Taman Nasional Baluran. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Banyuwangi, CNN Indonesia -- Taman Nasional Baluran di Banyuwangi menjadi habitat macan tutul, banteng, rusa, burung merak, kerbau, monyet, lutung, anjing hutan, hingga berbagai jenis burung. Keindahan nuansa safarinya sampai disebut Africa van Java (Afrika di Pulau Jawa).

Berburu foto atau video satwa liar di Sabana Bekol-nya menjadi kegiatan wisata utama di sini. Tapi untuk mendokumentasikan momen tersebut butuh banyak perhitungan. Selain soal pengaturan kamera juga soal waktu dan lokasi.

Pagi hari dan menjelang senja menjadi waktu terbaik untuk mendapatkan foto atau video Sabana Bekol dengan warna kekuningan khas Afrika.


Berburu foto monyet mungkin menjadi hal yang paling mudah dilakukan. Pasalnya, banyak sekali kawanan monyet yang bakal kita temui di sepanjang jalan. Kita hanya tinggal bergerak secara perlahan agar mereka tidak kabur saat akan memotretnya.

Sedangkan untuk berburu foto lutung, kita bisa mencoba mencari keberadaannya di pepohonan. Kita tinggal mencari angle yang bagus untuk mengabadikan momen mereka.

Lain halnya dengan kerbau. Kita bisa mencarinya di sejumlah kubangan air yang memang tersebar di banyak tempat di Baluran

Jika beruntung, kita bisa menemukan kerbau itu tengah berendam di dalam kubangan air itu. Kita pun tinggal memotret mereka dengan berbagai sudut yang kita mau.

Sayangnya, tak banyak kerbau yang bisa kita jumpai saat siang dan sore hari. Mereka biasanya berkumpul dalam jumlah besar pada pagi hari atau malam hari saat hari telah gelap.


Sedangkan macan tutul, burung merak, rusa, hingga banteng, kita butuh perjuangan ekstra untuk bisa mendapatkan foto mereka.

Maklum, saat siang hari biasanya mereka bersembunyi di dalam hutan. Namun, saat sore hari biasanya mereka mulai keluar dari persembunyian untuk mencari minum.

Kita bisa menunggu sembari bersembunyi di lokasi dekat kubangan air untuk memulai perburuan. Biasanya, saat sore hari, rusa dan burung merak bakal ke lokasi kubangan air untuk mencari minum.

Satu hal yang mesti diingat, kita tidak bisa bersembunyi terlalu dekat dengan lokasi kubangan air itu. Jika terlalu dekat, mereka bisa mengetahui keberadaan kita dan malah justru kabur menjauh.

Waktu Tepat 'Berburu' Foto Safari Afrika di TN BaluranRusa di Taman Nasional Baluran. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)

Jika ingin berburu foto rusa jantan dengan tanduknya yang kokoh, maka bulan September hingga Oktober menjadi waktu yang paling tepat.

Di waktu ini, tanduk rusa terlihat bagus dan begitu kokoh. Pasalnya, pada bulan Desember, tanduk rusa yang terlihat kokoh itu perlahan akan mulai tanggal.

Berburu foto burung merak juga memiliki tantangannya tersendiri. Meski telah bersembunyi, kita mesti benar-benar tak terlihat atau tak terpantau oleh mereka.

Sedikit saja mereka mengetahui keberadaan kita, mereka pasti akan kabur. Jika sudah begitu, tak akan ada momen yang bisa kita tangkap.

Bisa mendapatkan momen saat seekor merak mengembangkan ekornya yang indah, merupakan sebuah keberuntungan. Pasalnya tak setiap saat mereka bakal mengembangkan ekornya itu.

Biasanya, merak jantan baru akan mengembangkan ekornya saat ada merak betina di sekitar. Mereka mengembangkan ekornya untuk menarik perhatian dari merak betina.

Waktu Tepat 'Berburu' Foto Safari Afrika di TN BaluranBurung Merak di Taman Nasional Baluran. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)

Macan tutul dan banteng menjadi perburuan yang paling sulit. Kita mungkin baru bisa bertemu mereka saat hari telah gelap.

Terkadang, macan tutul duduk bersantai di pinggiran jalan. Terkadang pula, mereka kerap menyambangi kubangan air untuk mencari minum.

Namun, mereka lebih sering untuk berada di dalam hutan. Alhasil, cukup sulit untuk bisa bertemu mereka dan mengabadikannya dalam sebuah foto.


Lain lagi dengan perjuangan berburu banteng. Biasanya banteng baru akan terlihat di pagi atau malam hari. Itupun hanya saat mereka mencari air untuk minum saja.

Walhasil, jika bisa bertemu dengan banteng di alam liar di Baluran itu merupakan sebuah keberuntungan tersendiri.

Sebenarnya, kita bisa saja melihat banteng dengan mudah di tempat penangkaran yang memang ada di Baluran. Ada sejumlah banteng yang memang sengaja ditempatkan di situ. Alasannya, karena populasi banteng di Baluran sempat menurun.

Namun, sensasinya berbeda saat melihat banteng di alam liar dengan melihat banteng di tempat penangkaran itu. Pasalnya, banteng di alam liar terlihat berotot dan gagah jika dibandingkan dengan banteng yang berada di dalam kandang.

Berburu foto satwa liar di Taman Nasional Baluran bakal menjadi pengalaman yang seru dan menyenangkan. Lumayan untuk menambah koleksi galeri foto kita ataupun untuk mengunggahnya di media sosial.

Waktu Tepat 'Berburu' Foto Safari Afrika di TN BaluranPemandangan Taman Nasional Baluran di malam hari. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)

(ard)