FOTO: Sekolah Beruk di Pariaman

Antara Foto,, CNN Indonesia | Minggu, 13/10/2019 19:50 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Warga di Desa Apar, Pariaman, Sumatera Barat, membawa beruk milik mereka untuk dilatih di Sekolah Beruk. Sekolah itu dinamakan Sekolah Tinggi Ilmu Beruk. 

Warga membawa beruk mereka untuk berlatih di Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB), Desa Apar, Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Keberadaan hewan primata, beruk (Macaca Nemestrina) di kawasan Pariaman, Sumatera Barat, umum dijumpai telah berubah peran dari hewan liar manjadi hewan terlatih pemetik kelapa ulung. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Awalnya, beruk menjadi hama yang meresahkan petani. Warga bertindak menangkapi beruk-beruk liar yang merusak tanaman itu untuk dijual. Beruk usia anak-anak hingga dewasa yang berhasil ditangkap, ditampung di Pasar Ternak Sungai Sariak, Padangpariaman untuk dijual dengan harga mulai Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Pembeli beruk biasanya bertujuan untuk mempekerjakan beruk liar sebagai pemetik kelapa. Untuk itu pembeli harus melatihnya terlebih dahulu agar bisa mengerti perintah manusia. Tidak jarang dalam masa latihan itu beruk harus mengalami kekerasan fisik oleh pemiliknya. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Hal inilah, yang menginspirasi Desa Apar, Pariaman, untuk mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Nama sekolah ini tidak mengacu kepada perguruan tinggi, melainkan sekolah yang berada di pohon (atau ketinggian). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Sekolah khusus yang dibangun Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) itu memiliki kurikulum yang dibuat sebagai pedoman melatih beruk, dan dibutuhkan waktu hampir setahun lamanya untuk menghasilkan beruk pemetik kelapa terlatih. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Selama tiga bulan pertama, beruk akan dikenalkan makanan khusus mereka seperti gula aren, susu, nasi, dan sayur-sayuran. Tiga bulan berikutnya barulah beruk diperkenalkan dengan cara memetik buah kelapa secara bertahap. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Harga beruk yang sudah terlatih dapat berlipat ganda dari sebelumnya, yakni mulai Rp750 ribu hingga jutaan rupiah per ekor. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Desa Apar juga berencana menjadikan STIB sebagai objek wisata dengan menawarkan interaksi pengunjung dengan beruk terlatih dan mendapat kelapa muda langsung dari pohonnya. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)