Studi: 15 Ribu Balita Meninggal Setiap Harinya

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 15:42 WIB
Studi: 15 Ribu Balita Meninggal Setiap Harinya Ilustrasi. Lebih dari 15 ribu balita meninggal dunia setiap harinya sepanjang dua dekade ke belakang. (3rdeyedezine0/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 15 ribu anak di bawah lima tahun (balita) meninggal dunia pada setiap harinya sepanjang hampir dua dekade.

Studi mengenai laporan statistik angka kematian anak yang dirilis pada Rabu (16/10) menemukan, sebanyak 123 juta bayi baru lahir, bayi, dan balita di 99 negara berpenghasilan rendah dan menengah berkontribusi terhadap 90 persen kematian anak balita.

"Ini tragis. Hampir 15 ribu anak di bawah usia lima tahun meninggal setiap hari," ujar peneliti senior, Simon Hay, melansir AFP.

Penyebab utama kematian, sebut Hay, bervariasi tergantung pada usia.

Kelahiran prematur adalah 'pembunuh' utama bayi di bawah usia satu tahun. Sementara kematian balita 2-4 tahun kebanyakan disebabkan oleh kasus malaria, diare, dan infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia.

Dengan hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini, diprediksi angka kematian anak usia dini akan melebihi 130 juta selama dua dekade pertama abad ke-21.

Melalui temuan ini, Hay mengimbau pemerintah setiap negara dan masyarakat untuk kembali mengaktifkan beragam program pencegahan yang tepat sasaran seperti vaksin.

"Temuan kami menjadi landasan bagi para menteri kesehatan, dokter, dan lainnya untuk membuat perbaikan pada sistem kesehatan negara," ujar Hay.

[Gambas:Video CNN]


(asr/asr)