Mengenal Ciu, Minuman Fermentasi yang Bahayakan Kucing

tim, CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 19:48 WIB
Mengenal Ciu, Minuman Fermentasi yang Bahayakan Kucing Aksi viral seorang pria memberikan minuman beralkohol ciu pada kucing menuai kecaman dari warganet. Apa sebenarnya ciu?(CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi viral seorang pria memberikan minuman beralkohol ciu pada kucing menuai kecaman dari warganet. Minuman itu membuat si kucing kejang-kejang hingga mati.

Ciu merupakan minuman tradisional yang berkembang di tanah Jawa. Tak diketahui secara pasti kapan dan awalnya ciu muncul. Namun, ciu disebut sudah menjadi minuman keluarga sejak masa penjajahan Belanda.

Ciu dari tetes tebu yang difermentasi dan didistilasi. Dahulu masyarakat menggunakan perkakas dari tanah liat dan mendidihkan tetes tebu di atas tungku. Kini, ciu dibuat dengan alat-alat dari besi dan tembaga menggunakan kompor.


Hasilnya, minuman ini memiliki alkohol dan bau yang menyengat. Penyulingan ciu menciptakan alkohol sekitar 25-30 persen.


Masyarakat dahulu memanfaatkan ciu untuk menghangatkan badan dan menjaga kesehatan, dengan takaran tertentu. Ciu juga dipakai sebagai salep pijat. Minuman ini juga dapat dicampur dengan rempah-rempah lain untuk penguat stamina tubuh.

Kandungan alkohol yang terbilang tinggi membuat masyarakat zaman baheula hanya meneguk satu hingga dua sloki saja, bukan untuk mabuk.

"Dulu, sih, jarang yang minum ini untuk mabuk. Ya untuk kebugaran tubuh," kata Suki, seorang pengrajin ciu di Desa Karangwuni, Solo, dalam wawancara dengan CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.


Ciu sebenarnya bukan merupakan minuman yang berbahaya untuk manusia, namun efeknya tak diketahui untuk binatang. Meski demikian, untuk manusia sendiri jika dikonsumsi dalam kadar yang berlebihan bisa memabukkan dan membahayakan peminum dan orang-orang di sekitarnya.

(ptj/chs)