Jelang Pelantikan, Objek Wisata Jakarta Sepi Pengunjung

CNN Indonesia | Minggu, 20/10/2019 14:01 WIB
Jelang Pelantikan, Objek Wisata Jakarta Sepi Pengunjung Kawasan Kota Tua di Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kota Jakarta yang biasanya ramai saat akhir pekan terlihat sepi menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang digelar di Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada Minggu (20/10).

Dari pantauan CNNIndonesia.com sejak kemarin sampai hari ini, pemandangan macet akhir pekan yang biasanya terjadi di dekat Grand Indonesia, Jalan Sabang, Plaza Senayan, sampai Lotte Shopping Avenue, tidak terlihat. 

Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang biasanya digelar di jalur Sudirman-Thamrin memang ditiadakan sementara. Tidak adanya kegiatan car free day mingguan disebut berimbas ke kawasan Kota Tua.


Dua minggu yang lalu tercatat pengunjung Kota Tua pada HBKB pukul 08.00-10.00 WIB sebanyak 3.842 orang, dengan 3.824 pengunjung lokal dan 18 pengunjung asing.


Sementara pada hari Minggu ini berkurang menjadi 3.376 orang, dengan 3.339 pengunjung lokal dan 37 pengunjung asing.

"Penurunan hari ini karena ada pelantikan presiden, jadi mungkin bukan hanya di Kota Tua, Monas atau di tempat lain pun mungkin ada penurunan," ujar Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Norviadi S Husodo.

Norviadi mengatakan, penurunan jumlah pengunjung juga dipengaruhi penutupan dan pengalihan sejumlah ruas jalan serta rute transportasi umum Jakarta, terutama TransJakarta.

Meski pengunjung berkurang, namun pelayanan Kota Tua tetap berlangsung seperti biasa untuk warga yang berkunjung ke kawasan tersebut selama belum ada instruksi lebih lanjut.

"Aktivitas museum tetap masih buka. Hingga kini belum ada instruksi resmi untuk waktu pelayanan selama pelantikan presiden, buka sampai jam 17.00 WIB," ujar Norviadi.

Sejumlah warga Jakarta yang ditemui oleh CNNIndonesia.com pada Sabtu (19/10) juga mengaku tak punya rencana keluar rumah selama pelantikan Presiden dan Wakil Presiden berlangsung.

Selain enggan berhadapan dengan kemacetan, salah satu yang diwawancarai juga mengatakan kalau akhir pekan ini bertepatan dengan tanggal tua.

"Makanya saya pilih keluar malam ini daripada besok (Minggu). Lagipula sudah masuk tanggal tua, memang biasanya tidak kemana-mana sih kalau sudah tanggal segini. Bukanya ga pengen keluar rumah karena takut demo atau apa juga," kata Fandi saat ditemui di kawasan SCBD.


Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kereta Rel Listrik (KRL) tidak melayani penumpang di Stasiun Palmerah dan Stasiun Tanah Abang pada hari ini.

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan pola tersebut dilakukan pada kereta di keberangkatan pertama hingga waktu yang belum ditentukan.

"Pengaturan pola operasi ini berlangsung mulai jadwal pemberangkatan KA pertama hingga pemberitahuan selanjutnya pada Minggu 20 Oktober 2019," kata Anne dalam keterangan tertulis, Minggu (20/10).

Anne menyatakan penghentian layanan sementara ini dilakukan karena ada penutupan jalan di sekitar dua stasiun tersebut terkait pelantikan Presiden dan Wapres RI Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin di gedung MPR, Jakarta, petang ini.

"Pengaturan pola operasi dibuat dengan mempertimbangkan pengguna KRL akan kesulitan menemukan angkutan lanjutan selepas dari Stasiun Palmerah karena ruas jalan di sekitar stasiun banyak yang ditutup ataupun dialihkan arus lalu lintasnya," jelas dia.

Lewat penghentian sementara layanan tersebut, maka pola sejumlah layanan di beberapa stasiun diubah. Pelayanan dari stasiun Rangkasbitung/ Maja/ Parungpanjang/ Serpong akan melayani penumpang hanya sampai Stasiun Kebayoran dan akan kembali ke arah Rangkasbitung/ Maja/ Parungpanjang/ Serpong.

Sementara itu, untuk layanan KRL lintas selain Tanah Abang-Serpong, disebut Anne masih berjalan lancar.

"Lintasan Bogor/Depok-Jakarta Kota, Bogor/Depok/Nambo-Duri/Jatinegara melayani naik turun pengguna di Stasiun Tanah Abang, Cikarang/Bekasi-Jakarta Kota PP, Duri-Tangerang PP, dan Jakarta Kota-Tanjung Priok PP seluruhnya berjalan normal seperti biasa," tutur Anne.

Berikut penutupan dan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Istana Negara:

1. Arus lalu lintas Jalan Veteran Raya yang akan menuju Jalan Veteran III diluruskan ke TL Harmoni

2. Arus lalu lintas dari Jalam Mertim yang akan menuju Jalan Merut diluruskan ke kanan ke Jalan Perwira

3. Arus lalu lintas dari Jalan Ridwan Rais yang akan menuju Jalan Mersel diluruskan ke Jalan Mertim

4. Arus lalu lintas dari Jalan Agus Salim yang akan belok kiri ke Jalan Kebon Sirih dibelok ke kanan ke Jalan Kebon Sirih arah Tugu Tani

5. Arus lalu lintas dari Jalan Agus Salim yang akan belok kiri ke Jalan KH Wahid Hasyim dibelok ke kanan ke Jalan KH Wahid Hasyim arah Tugu Tani

6. Arus lalu lintas dari Jalan Fachrudin yang akan belok ke kiri ke Jalan KH Wahid Hasyim diluruskan ke Jalan KH Mas Mansyur

7. Arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang akan belok kiri ke Jalan Kebon Sirih diluruskan ke Jalan Fachrudin dan arus lalu lintas dari Jalan Jatibaru yang akan menuju Jalan Kebon Sirih dibelokkan ke kiri Jalan Abdul Muis atau dibelokkan kanan ke Jalan Fachrudin

8. Arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang akan belok kiri ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Fachrudin dan arus lalu lintas dari Jalan Fachrudin yang akan belok kanan ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Abdul Muis

9. Arus lalu lintas dari Jalan Tanah Abang II yang akan lurus ke Jalan Museum dibelok ke kiri maupun ke kanan, arus lalu lintas dari Jalan Majapahit yang akan belok ke kiri ke Jalan Museum diluruskan ke Jalan Abdul Muis dan arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang akan belok ke kanan ke Jalan Museum diluruskan ke Jalan Majapahit

10. Arus lalu lintas dari Jalan Hayam Wuruk yang akan lurus ke Jalan Majapahit dibelok ke kiri ke Jalan Juanda dan arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan belok ke kiri ke Jalan Majapahit diluruskan ke Jalan Suryo Pranoto maupun dibelok ke kanan ke Jalan Gajah Mada.

(ard/ard)