Igbo-Ora, Kota dengan Penduduk Kembar Terbanyak di Dunia

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 08:27 WIB
Igbo-Ora, Kota dengan Penduduk Kembar Terbanyak di Dunia Dua anak kembar, Alese Kehinde Akat (kiri) and AleseTaiwo Akat (kanan) tampil dalam festival anak kembar di Igbo-Ora, Nigeria. (UTOMI EKPEI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Papan bertuliskan kata sambutan terlihat di pintu masuk kota Igbo-Ora, barat daya Nigeria, menyambut orang-orang ke 'Pusat Anak Kembar di Dunia'. Kota tenang ini dikenal sebagai tempat dengan jumlah penduduk kembar terbanyak sedunia.

Untuk merayakan gelar yang diklaimnya, kota ini menyelenggarakan festival tahunan - sekarang masuk tahun ke-dua, yang didatangi ratusan pasangan kembar dari seluruh penjuru negeri.

Dengan mengenakan kostum tradisional, pasangan kembar baik pria dan wanita, tua dan muda, bahkan bayi yang baru lahir - terlihat bersuka cita dalam festival ini.


"Kami merasa gembira bahwa kami amat disanjung hari ini," kata Kehinde Durowoju, seorang kembar berusia 40 tahun, mengatakan kepada AFP sambil merangkul saudara laki-lakinya yang identik, Taiwo.

"Dengan adanya festival ini, seluruh dunia akan lebih menghargai pentingnya Ibeji (anak kembar) sebagai anak-anak istimewa dan hadiah dari Tuhan."


Pariwisata 'kembar'

Para ahli mengatakan kota yang berbahasa ini memiliki populasi anak kembar tertinggi di Nigeria.

Statistik sulit didapat, tetapi sebuah penelitian oleh ginekolog Inggris Patrick Nylander, antara tahun 1972 dan 1982, mencatat rata-rata 45 hingga 50 pasangan kembar per 1.000 kelahiran hidup di wilayah tersebut.

Itu sebanding dengan tingkat kelahiran kembar 33 per setiap 1.000 kelahiran di Amerika Serikat, menurut Pusat Statistik Kesehatan Nasional.

Penduduk di kota yang berjarak sekitar 100 kilometer utara kota terbesar Nigeria, Lagos, mengatakan bahwa hampir setiap keluarga memiliki beberapa anak kembar.

Pemimpin tradisional Jimoh Olajide Titiloye tahu semua tentang keunikan ini.

"Saya kembar, istri saya kembar dan saya punya anak kembar," katanya kepada AFP.

"Hampir tidak ada keluarga di kota ini yang tidak memiliki sepasang anak kembar."

Dia mengatakan festival pada hari Sabtu (19/10) bertujuan untuk mempromosikan Igbo-Ora sebagai "destinasi wisata anak kembar di dunia" dan bahwa upaya sedang dilakukan untuk mendaftarkan kota dalam Guinness Book of Records.

Penguasa Yoruba, Oba Lamidi Adeyemi, mengatakan festival itu "adalah perayaan budaya dan pengakuan Ibeji sebagai anak-anak istimewa di Yorubaland".

Dia mengatakan kelahiran anak kembar biasanya "menandai kedamaian, kemajuan, kemakmuran, dan keberuntungan bagi orang tua mereka," menambahkan bahwa orang tua harus selalu merawat anak-anaknya dengan baik.

Tetapi sementara anak kembar dipandang sebagai berkah oleh banyak orang dewasa ini, hal itu tidak selalu terjadi di beberapa bagian selatan Nigeria.

Pada masa pra-kolonial, si kembar sering dianggap jahat dan dibuang ke "hutan jahat" atau dibunuh.

Misionaris Skotlandia Mary Slessor disebut membantu mengekang praktik itu di akhir abad ke-19.


Makanan atau gen?

Para ilmuwan belum mengatakan secara pasti mengapa Igbo-Ora memiliki populasi anak kembar yang tinggi.

Penduduk setempat memiliki teori bahwa itu adalah hasil diet kaum perempuan di sana.

"Orang-orang kami makan daun okra atau sup Ilasa dengan ubi dan amala (tepung singkong)," kata pemimpin masyarakat Samuel Adewuyi Adeleye kepada AFP.

Ubi jalar diyakini mengandung gonadotropin, zat kimia yang membantu wanita menghasilkan banyak telur.

"Air yang kita minum juga berkontribusi pada fenomena ini," tambah Adeleye.

Pakar kesuburan skeptis - dan menunjuk ke penjelasan lain.

Mereka mengatakan tidak ada hubungan yang terbukti antara diet dan tingkat kelahiran yang tinggi, dengan makanan yang sama dikonsumsi di seluruh wilayah.

"Ini masalah genetik," kata Emmanuel Akinyemi, direktur medis Estate Clinic yang berbasis di Lagos.

"Saya pikir gen untuk banyak kelahiran ada di wilayah ini dan ini telah diturunkan dari generasi ke generasi."


[Gambas:Video CNN]

(AFP/ard)