Mengenal Kinerja dan Cara Merawat Septic Tank

tim, CNN Indonesia | Selasa, 05/11/2019 22:08 WIB
Mengenal Kinerja dan Cara Merawat Septic Tank Rata-rata tiap rumah memiliki septic tank, namun agar limbah kotoran yang membahayakan kesehatan ada beberapa hal yang harus diperhatikan. (Istockphoto/BlakeDavidTaylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang sopir mobil penyedot tinja tewas akibat ledakan septic tank di Cakung, Jakarta Timur, Senin (4/11) sore. Menurut keterangan pihak kepolisian, sopir tewas setelah memberikan bukti pada pemilik septic tank, Agus Sholeh bahwa proses penyedotan telah selesai.

"Untuk meyakinkan pemilik rumah bahwa proses telah rampung maka sopir truk tinja mengambil koran dan membakarnya. Koran terbakar itu pun dimasukkan ke septic tank," kata Kompol Pandji Santoso dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com pada Selasa (5/11).

Selama ini orang mengenal septic tank sebagai tempat penampungan tinja. Namun melansir dari berbagai sumber, septic tank merupakan tangki sedimentasi bawah air yang digunakan untuk pengolahan air limbah. Limbah diolah melalui proses dekomposisi biologis (perusakan susunan atau struktur yang dilakukan dekomposer seperti belatung, bakteri maupun jamur) dan pembuangan air.


Mengutip dari Waste Disposal Hub, septic tank biasanya digunakan di daerah-daerah yang memiliki sistem drainase buruk atau berada di luar jaringan pembuangan air utama. Air limbah maupun kotoran ditampung dalam satu tangki besar bawah tanah. Sedangkan untuk daerah perkotaan, limbah biasanya ditangani dan diangkut melalui sistem pembuangan limbah. Ini dikelola oleh perusahaan air daerah.

Di Jakarta sendiri, rata-rata rumah memiliki septic tank.


Kinerja

Sebuah septic tank sederhana milik rumah tangga, desain sederhana yakni kontainer kedap air yang terbuat dari fiberglass atau plastik.  Tangki dihubungkan dengan dua pipa untuk pintu masuk semua limbah dan pipa untuk keluaran air hasil pengolahan septic tank.

Setelah beberapa waktu, limbah akan terpisah dalam tiga lapisan. Lapisan paling atas berupa minyak dan segala sampah terapung (scum). Lapisan kedua berupa limbah cair dengan segala partikel sampah di dalamnya (liquid sewage). Lapisan terakhir berisi partikel yang mengendap (sludge).

Di dalam tangki, bakteri dari air limbah memecah limbah padat. Limbah padat pun terurai dengan cepat sehingga cairan dapat terpisah dan bisa mengalir keluar dengan mudah.

Perawatan

Seiring berjalannya waktu, lapisan sampah paling atas dan endapan akan menumpuk. Sampah dan endapan harus dikeluarkan secara berkala paling tidak setahun sekali. Anda bisa menemukan jasa sedot WC atau tinja untuk melakukan tugas ini.


Jika perawatan berkala tidak dilakukan maka racun maupun substansi antibakteri bakal menghancurkan bakteri pengurai limbah. Lebih buruk lagi, tangki bisa meluap sehingga apa yang seharusnya berada di dalam septic tank malah keluar di toilet dan saluran air. Jika luapan terbuang di luar maka bisa mencemari air tanah. Mengutip dari How Stuff Works, luapan limbah kotoran bisa membawa bakteri dan penyakit berbahaya seperti hepatitis.

Selain itu, menumpuknya gas metana dan gas-gas lainnya dalam septic tank juga berbahaya baik untuk kesehatan dan keselamatan. (els/chs)