5 Tanda Awal Kanker Paru yang Kerap Terabaikan

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 11:45 WIB
5 Tanda Awal Kanker Paru yang Kerap Terabaikan Ilustrasi. Tanda awal yang tak terdeteksi membuat kanker paru kerap terlambat ditangani. (Istockphoto/KatarzynaBialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kanker paru tak ubahnya 'pembunuh diam-diam'. Tanda awal kanker paru yang tak terdeteksi membuat penyakit mematikan ini kerap terlambat ditangani.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sekitar 40 persen pasien menerima diagnosis setelah penyakit berkembang menuju stadium lanjut. Satu dari tiga pasien didiagnosis saat kanker paru telah mencapai stadium tiga.

Kanker paru menjadi pembunuh pertama akibat kanker di dunia. WHO mencatat, sebanyak 1,76 juta kematian disebabkan oleh kanker paru pada 2018 lalu.

Meski sulit dideteksi, beberapa pasien mengalami sejumlah tanda potensial pada tahap awal perkembangan.

Agar penanganan tak terlambat, penting untuk mengetahui beberapa perubahan pada tubuh, khususnya pada pernapasan Anda.

1. Batuk kronis tiba-tiba
Batuk kronis adalah gejala yang paling mungkin muncul pada tahap awal. Ahli penyakit dalam, Andrea McKee mengatakan, perkembangan tumor dapat menimbulkan banyak perubahan pada tubuh.

Perkembangan tumor yang terjadi pada salah satu bronkus (saluran udara utama menuju paru-paru) akan memicu batuk. "Ini [perkembangan tumor] dapat memicu batuk meski tumor relatif masih kecil," ujar McKee, mengutip Self.

Namun, batuk bukan satu-satunya gejala yang bisa dijadikan patokan. Batuk bisa juga menandakan kondisi kesehatan yang lain.

"Jika Anda mengalami batuk yang berlangsung selama dua atau tiga minggu dan tak ada virus apa pun yang menginfeksi, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter," ujar McKee.

2. Napas pendek
American Cancer Society mencatat, sesak napas menjadi salah satu tanda awal kanker paru. Secara medis, kondisi ini dikenal dengan istilah dispnea.

McKee mengatakan, dispnea bisa muncul jika tumor menghalangi jalur pernapasan. Sesak napas yang tak dapat dijelaskan harus dikonsultasikan secara medis.

3. Batuk berdarah
Tumor yang berkembang di lokasi yang berdekatan dengan bronkus dapat memicu batuk berdarah. Batuk umumnya akan disertai dengan sakit kepala dan sesak napas.

"Jika Anda pernah batuk berdarah atau mengeluarkan dahak berwarna tanpa penjelasan, segera periksakan diri ke dokter," ujar McKee.

4. Nyeri dada
Perkembangan tumor yang telah menyebar ke dinding dada atau menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di area tersebut dapat menyebabkan sakit pada dada, punggung, atau bahu.

Nyeri dada yang disebabkan oleh kanker paru cenderung memburuk ketika batuk, tertawa, dan bernapas dalam-dalam.

Karena nyeri dada bisa menjadi penanda kondisi kesehatan lainnya, penting untuk mengkonsultasikannya dengan profesional.

5. Suara serak dan mengi
Masalah pernapasan yang disebabkan oleh kanker paru tak cuma sesak napas. American Cancer Society mencatat, suara serak dan mengi juga menjadi salah satu tanda awal kanker paru.

[Gambas:Video CNN]


(asr/asr)