Jodoh Ada di Tangan 'Swipe Right'

CNN Indonesia | Senin, 11/11/2019 08:56 WIB
Jodoh Ada di Tangan 'Swipe Right' Ilustrasi. Konsep kencan online menggeser pola pencarian jodoh di zaman kiwari. (Istockphoto/Ravi_Goel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cukup sudah kisah perjodohan Sitti Nurbaya. Cukup pula dengan kontak jodoh di surat kabar. Waktu terus berjalan, saatnya manusia-manusia masa kini ucapkan selamat datang pada aplikasi kencan online.

Ini bukan sesuatu yang komikal. Meski sedikit membuat dahi mengernyit, tapi konsep kencan daring adalah sesuatu yang nyata. Jodoh kini ada di tangan 'swipe right'.

"Saya dijodohkan dengan calon istri saya oleh aplikasi. Hahaha," ujar Arkham (34) pada CNNIndonesia.com.


Medio Februari 2018 lalu, ibu jari Arkham menggeser layar gawainya ke kanan saat melihat paras manis seorang perempuan dalam sebuah potret hitam putih. Perempuan itu kini tengah bersiap dipinang Arkham.

"Jodoh itu jorok. Sejorok perkenalan saya dengan dia yang tiba-tiba," kata Arkham, mengenang.

Klise, tapi nyata. Aplikasi kencan Tinder sekenanya saja mempertemukan Arkham dengan si belahan jiwa.

Arkham hanya satu dari sekian banyak pengguna aplikasi kencan. Di dunia, termasuk pula di Indonesia, kehadiran aplikasi kencan telah menggeser konsep mencari pasangan di tengah masyarakat.

Banyak jalan menuju Roma, banyak pula cara mencari cinta. Beragam aplikasi kencan populer wira-wiri di Indonesia. Mulai dari Tinder, OkCupid, Tagged, Setipe, dan masih banyak lagi. Masing-masing menawarkan beragam kemudahan untuk mencari pasangan. Mencari pacar kini semudah swipe kanan dan kiri.

Jodoh Ada di Tangan 'Swipe Right'Ilustrasi. Kehadiran aplikasi kencan online telah menggeser konsep mencari pasangan di tengah masyarakat. (Istockphoto/Tero Vesalainen)

Tak ada yang salah dengan mencari pasangan melalui dunia maya. Aplikasi kencan menjadi alternatif mencari jodoh di zaman kiwari.

"Segala sesuatu sekarang dilakukan di dunia online. Kenapa tidak mencari jodoh secara online?" ujar pengamat dan peneliti sosial vokasi Universitas Indonesia, Devie Rahmawati pada CNNIndonesia.com.

Lembaga riset PEW Research Center pernah melakukan studi yang menyoroti fenomena kencan daring pada 2015 lalu. Ditemukan, dari semua responden yang berada di Amerika Serikat, sekitar 80 persen setuju bahwa kencan daring adalah cara menarik untuk bertemu orang baru. Sekitar 61 persen juga menganggap kencan daring lebih mudah dan efisien ketimbang cara lain.

Meski jajak pendapat berfokus di AS, bukan tak mungkin pendapat yang sama juga ditemukan di Indonesia.

"Kalau dipikir-pikir lagi, aplikasi kencan memang lebih efisien daripada saya harus kenalan sama banyak perempuan di dunia nyata. Enggak tahu juga harus nyari [perempuan] kapan dan di mana," aku Arkham.

Konon, rasa kesepian menjadi salah satu faktor yang membuat banyak orang menggunakan aplikasi kencan. Dalam kondisi kesepian, bujuk rayu dunia maya dengan mudah menghipnotis banyak orang.

Masalah kian rumit dengan menipisnya lingkaran sosial dan minimnya waktu untuk mengurus urusan pribadi. Jangankan membangun keluarga bahagia, mencari tambatan hati pun sulit.

"Biasanya orang yang mencari kencan online tidak memiliki banyak waktu untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain secara fisik. Teknologi mempermudah proses komunikasi itu," kata Devie.

Tak berhenti sampai di sana, eksisnya budaya desakan 'kapan kawin' yang telah mendarah daging di tengah masyarakat Indonesia juga dinilai berkontribusi.

Dengan alur putar sedemikian rupa, peluang konsep kencan daring kian terbuka.


Ada asap, ada api. Kehadiran aplikasi kencan tak berhenti hanya dengan menggeser pola mencari jodoh orang-orang masa kini. Lebih dari itu, aplikasi kencan melahirkan hubungan asmara yang semu.

Faktanya, tak sedikit pasangan yang menjalani hubungan tanpa mendahuluinya dengan proses 'pedekate' tatap muka. Dengan keyakinan yang ada di layar gawai atau sambungan telepon, kata cinta pun bisa terlontar.

Perhatian manis dan beragam puja-puji di layar gawai dengan mudah membuat seseorang seperti terbang ke langit ke tujuh. Bahagia rasanya!

Cinta yang bersemi melalui chatting atau dunia maya sebenarnya sah-sah saja. Psikolog Ayoe Sutomo mengatakan, kebutuhan emosi yang terpenuhi dan interaksi yang intens membuat rasa nyaman dan cinta kemudian bersemi dengan sendirinya.

"Jatuh cinta boleh. Tapi, cinta itu harus divalidasi. Dengan cara apa? Ya, bertemu," kata Ayoe pada CNNIndonesia.com.

Tanpa bertemu, rasa cinta jadi hampa. Lebih parah lagi, rasa cinta justru menjelma rasa takut.

Jodoh Ada di Tangan 'Swipe Right'Ilustrasi. Tak cuma menggeser pola mencari jodoh masyarakat di zaman kiwari, aplikasi kencan juga bisa menimbulkan hubungan asmara yang semu. (Brodie Vissers via StockSnap)

Cessa (34), misalnya. Hampir setahun menjalani hubungan dengan seorang pria di Belanda yang belum pernah ditemui membuat rasa takut diam-diam muncul dalam pikiran Cessa. "Takut nanti pas ketemu enggak sesuai ekspektasi," kata Cessa pada CNNIndonesia.com.

Asmara yang dirajut di dunia maya memang berpotensi melahirkan harapan atau ekspektasi yang tinggi karena penilaian yang diberikan terlalu cepat.

"Ekspektasi ini tentunya menjadi bias, mengandung ekspektasi tinggi yang tidak realistis," kata psikolog klinis Veronica Adesla pada CNNIndonesia.com.

Belum lagi sulitnya membaca emosi pasangan melalui teks atau suara pada sambungan telepon. Kebanyakan orang hanya menginterpretasikan emosi dan berasumsi sendiri melalui chat yang diterima.

Tapi, bukan berarti masa depan cerah musykil dicapai dari hubungan asmara yang dirajut secara daring. Toh, seperti Arkham, buktinya beberapa orang berhasil melangkah ke jenjang pernikahan setelah dipertemukan dalam aplikasi kencan.

Namun, satu hal yang perlu diingat. Di tengah banyaknya manfaat yang ditawarkan, aplikasi kencan juga berpotensi menjadi modus kejahatan seperti penipuan, pemerkosaan, dan pelecehan.

Setiap pengguna aplikasi disarankan untuk tetap waspada sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius dan memutuskan bahwa si dia benar-benar belahan jiwa.

Terlepas dari beragam kemungkinan yang hadir, faktanya riuh rendah kencan online menjadi realitas yang ada saat ini. Keberadaannya menjadi solusi bagi para jomblo masa kini yang merindu sebuah pelukan hangat.

Dalam rangka Hari Jomblo atau Single's Day, CNNIndonesia.com mencoba mengulik berbagai hal yang mewarnai riuh rendah kencan online. Simak kisah-kisah selanjutnya dalam balutan fokus 'Jodoh Tinggal Swipe'.

[Gambas:Video CNN]


(asr/asr)