Keputusan tampon tak lagi menjadi bagian barang mewah diambil setelah pemungutan suara di parlemen Jerman pada akhir pekan lalu.
Alhasil, tampon tak akan dikenai pajak barang mewah. Artinya, produk sanitasi perempuan itu dapat dibeli dengan harga yang lebih murah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemungutan suara ini merupakan buntut dari tuntutan kampanye kesetaraan gender untuk peningkatan hak yang sama pada perempuan. Petisi daring yang menuntut penurunan pajak ditandatangani lebih dari 200 ribu orang di Jerman.
"Ini merupakan langkah penting menuju sistem pajak yang tidak mendiskriminasi perempuan," kata salah seorang politisi Lisa Paus, dikutip dari CNN.
Selama ini, pajak barang mewah dinilai memberatkan perempuan untuk produk sanitasi yang harus dibeli setiap kali menstruasi tiap bulan.
Sebelumnya, tampon dianggap sebagai barang mewah di Jerman. Tampon bahkan disamakan dengan wine, rokok, dan sejumlah produk lainnya. Pajak untuk tampon bahkan lebih tinggi ketimbang salmon, kaviar, hotel, dan taksi.
[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)