Wabah Maut Hitam, Penyakit yang Mulai Intai China

tim, CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 14:39 WIB
Wabah Maut Hitam, Penyakit yang Mulai Intai China ilustrasi: Wabah maut hitam atau black death kembali mengintai. Kini penyakit mematikan dalam sejarah manusia ini mulai intai China. (Istockphoto/amenic181)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua orang China mendapatkan perawatan karena terinfeksi wabah penyakit mematikan. Ini adalah kali kedua penyakit ini menyebabkan wabah yang menyebabkan black death, salah satu pandemi paling mematikan dalam sejarah manusia.

Wabah maut hitam atau black death sudah terdeteksi di wilayah China. Pada Mei lalu, pasangan dari Mongolia meninggal karena wabah pes setelah makan ginjal marmut mentah.

Wabah pes disebabkan oleh bakteri dan ditularkan melalui gigitan kutu dan hewan yang terinfeksi. Wabah ini bisa berkembang dalam tiga bentuk yang berbeda. Wabah pes menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, sementara wabah septikemia menginfeksi darah dan wabah pneumoia akan menginfeksi paru-paru.


Mengutip Xinhua dari CNN, dua pasien baru dari Mongol didiagnosis terinfeksi wabah pneumonia oleh dokter di Beijing. Saat ini mereka menerima perawatan di distrik Chaoyang Beijing. Pneumonia yang diderita pasien ini dianggap lebih fatal.


Wabah yang termasuk dalam wabah maut hitam ini menjadi salah satu penyakit yang menakutkan dan menghancurkan Eropa. Penyakit ini menewaskan sekitar 50 juta orang. Sejak saat itu, antibiotik pun ditemukan. Antibiotik ini dianggap bisa mengatasi berbagai infeksi yang sudah diketahui sejak awal. Namun wabah ini tak benar-benar bersih dan menghilang. Faktanya, malah kembali lagi.

Sejak 2010-2015, lebih dari 3,248 kasus terjadi di seluruh dunia. WHO mencatat, ada 584 orang meninggal dunia.

Tiga negara yang paling endemik adalah Republik Demokratik Kongo, Madagaskar, dan Peru. Di Amerika Serikat ada beberapa kasus tiap tahunnya. Pada 2015 llu, ada dua orang di Colorado meninggal dunia karena wabah tersebut. Tahun sebelumnya ada delapan kasus yang dilaporkan.

Setelah menyebabkan hampir 50 ribu kasus selama 20 tahun terakhir, wabah maut hitam ini dikategorikan WHO sebagai penyakit yang muncul kembali.

Studi 2018 menyebut bahwa bukan hanya tikus yang bertanggung jawab atas penyebaran penyakit ini. Namun hewan lain yang terinfeksi kutu penyebar bakteri ini mungkin sudah menyebar.


Melindungi tubuh dari wabah maut hitam
Langkah kunci untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menghilangkan tempat tikus bersarang di sekitar rumah, gudang, garasi, dan area lainnya. CDC mengungkapkan untuk menghilangkan tumpukan batu, sampah, dan kayu bakar berlebih karena biasa jadi lokasi rumah tikus.

Ada baiknya untuk sementara waktu tak tidur dengan hewan peliharaan Anda karena meningkatkan risiko terkena wabah. Pastikan hewan peliharaan Anda tak berburu atau menjelajahi habitat hewan pengerat. Jika ada hewan pengerat seperti tikus mati, jangan mengambil atau menyentuhnya sendiri. Jika memang harus mengatasi hewan tersebut, gunakanlah sarung tangan agar tak berisiko terkena infeksi wabah black death. 

(chs)