Tes Darah Bisa Prediksi Kanker Payudara 5 Tahun Lebih Dini

tim, CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 08:44 WIB
Tes Darah Bisa Prediksi Kanker Payudara 5 Tahun Lebih Dini Peneliti Nottingham baru-baru ini mengklaim bahwa ada cara untuk mendeteksi kanker payudara lebih dini, yaitu lewat tes darah.( Dok. Padrinan/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gejala kanker payudara biasanya ditemukan ketika payudara terasa sakit atau ada benjolan yang teraba. Namun saat gejala itu terjadi, semuanya mungkin sudah terlambat.

Peneliti Nottingham baru-baru ini mengklaim bahwa ada cara untuk mendeteksi kanker payudara lebih dini, yaitu lewat tes darah. Bahkan mereka mengklaim tes darah ini bisa mendeteksi lima tahun sebelum tanda-tanda klinis muncul pada pasien.

Klaim ini didasarkan pada penelitian yang dipresentasikan pada konferensi National Cancer Research Institute yang diadakan di Glasgow. Penelitian ini difokuskan dengan bahan kimia yang disebut sebagai antigen.


Mengutip The Guardian dari Asia One, antigen disebut diproduksi oleh sel kanker yang memicu respons imun dalam tubuh manusia. Hal ini menyebabkan tubuh menciptakan antibodi untuk menghadapi antigen tersebut.


Sampel penelitian diambil dari 90 orang pasien yang didiagnosis menderita kanker payudara. Sampel ini kemudian dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa kanker payudara.

Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi kanker payudara dengan tepat pada 37 persen sampl darah dari pasien penderita kanker. Mereka juga dianggap berhasil menunjukkan bahwa tak ada sel kanker dari 79 persen kelompok kontrol.

Daniyah Alfattani, salah satu tim peneliti Nottingham menyebutkan bahwa kanker payudara menginduksi munculnya antibodi otomatis tehadap antigen terkait tumor yang spesifik.

"Tes darah untuk deteksi dini kanker payudara akan punya biasa yang jauh lebih murah, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Ini akan jadi metode skrining yang lebih mudah untuk diterapkan dibanding dengan metode saat ini, misalnya mamografi," kata Alfattani.


Meski ada harapan untuk bisa melakukan tes kanker payudara sejak dini, namun ahli onkologi molekuler dari Universitas Warwick Prof Lawrence Young menyarankan untuk diadakan penelitian lagi.

"Terlalu dini untuk mengklaim tes ini bisa digunakan untuk skrining kanker payudara sejak dini." (chs)