8 Cara Tepat Gunakan Pelembap Agar Kulit Halus dan Kenyal

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 05:30 WIB
8 Cara Tepat Gunakan Pelembap Agar Kulit Halus dan Kenyal Ilustrasi. Memilih dan menggunakan pelembap dengan tepat dapat menghindari Anda dari sejumlah masalah kulit, di samping membuat kulit terasa kenyal dan halus lebih cepat. (Foto: Istockphoto/Lacheev)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dari seluruh rangkaian perawatan wajah, pelembap menjadi tahap yang paling dasar setelah mengaplikasikan pembersih wajah. Namun, penggunaan pelembap sering kali keliru, sehingga kurang efektif untuk menghalau munculnya tanda-tanda penuaan seperti garis halus.

Tak hanya kurang efektif untuk menunda penuaan, memilih pelembap yang tak sesuai dengan kondisi kulit juga dapat menimbulkan sejumlah masalah kulit, seperti kulit kering, kulit sensitif, berminyak, hingga munculnya jerawat.

Agar hasil pelembap lebih maksimal, berikut sejumlah cara perlu Anda lakukan ketika menggunakan pelembap melansir dari The Zoe Report.


1. Kenali jenis

Beda jenis pelembap maka berbeda pula fungsinya untuk kulit. Maka itu Anda perlu mengenali jenis pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit. Jenis pelembap yang paling umum yang tersedia di pasaran ialah jenis water-based, oil-based, dan balm.

Pelembap water-based merupakan jenis pelembap yang kandungan utamanya adalah air. Jenis pelembap ini memiliki sifat yang ringan, sehingga cocok untuk digunakan pada cuaca panas atau kulit di usia 20-an.

"Sebagian air akan menyerap ke kulit, dan sebagian lagi akan menguap. Kandungan seperti glycerin dan hyaluronic acid pada pelembap oil-based biasanya digunakan untuk mencegah penguapan," kata Dr. David Lortscher, M.D., dokter kulit bersertifikat.

Sementara itu, pelembap oil-based merupakan jenis pelembap dengan kandungan utama berbentuk minyak yang bersifat lebih berat dibanding air, sehingga cocok untuk Anda yang berkulit kering atau digunakan saat cuaca dingin. Biasanya pelembap ini mengandung oklusif seperti petrolatum atau mineral oil, dan emolien seperti minyak nabati.

Penggunaan pelembap oil-based dinilai sangat perlu bila usia Anda sudah mencapai 30 tahun ke atas. Di usia tersebut, kekeringan kulit lebih mungkin terjadi, sehingga diperlukan minyak dari luar untuk bisa menangkal kulit kering dan kusam, yang akhirnya membuat permukaan kulit jadi tidak halus.

Lalu, ada pelembap berjenis balm yang memiliki tekstur paling padat dan tidak berair. Karena mengandung lebih sedikit bahan, pelembap jenis balm cenderung lebih pekat dan stabil dalam menghidrasi. Pelembap ini cocok digunakan di usia 50-an. 

2. Cari kandungan yang sesuai

Jika Anda memiliki masalah kulit, maka sebelum memilih pelembap Anda perlu mencari kandungan apa yang kulit butuhkan.

"Asam hyaluronic merupakan bahan yang diketahui memberi efek positif pada munculnya kerutan dan elastisitas kulit," tutur Lortscher.

Lortscher merekomendasikan lidah buaya untuk menenangkan kulit yang iritasi seperti saat terpapar matahari.

Gunakan shea butter untuk mengisi celah-celah di pori-pori sehingga tak terlihat besar. Selain itu untuk menghindari penuaan, Lortscher juga menyarankan squalane oil yang kaya akan antioksidan.

3. Gunakan setelah serum dan face oil

"Saya menyarankan untuk mengaplikasikan produk dengan tekstur dari yang paling tipis ke paling tebal," ungkap Devika Icecreamwala, M.D, F.A.A.D, dokter kulit bersertifikat di Icecreamwala Dermatology.

Biasanya serum memiliki tekstur yang lebih tipis daripada pelembap, sehingga sebaiknya pelembap diaplikasikan setelah serum.

Bila kebalikan, yaitu dari pelembap kemudian serum, maka serum tak akan mampu menembus kulit secara efektif.

4. Aplikasikan pada kulit yang masih lembap

Menurut Lortscher, aplikasikan pelembap ketika kulit dalam keadaan lembab setelah mencuci muka, agar proses hidrasi kulit akan semakin maksimal. Ia menambahkan, "gunakan pelembap yang mengandung hyaluronic acid yang mampu membantu kulit Anda menyerap air. Akan lebih efektif jika ada air yang tersedia untuk diikat oleh bahan pelembap."

5. Dua kali sehari

Lortscher menyarankan untuk menggunakan pelembap dua kali sehari yaitu di pagi sebelum beraktivitas dan sore hari sebelum beristirahat.

Pelembap di pagi hari dapat memaksimalkan tampilan make up, sedangkan di malam hari sangat efektif untuk mencegah munculnya garis halus.

6. Jangan terlalu banyak

Mengaplikasikan pelembap terlalu banyak juga tak baik untuk kulit. Alih-alih menghidrasi, pori-pori kulit malah akan tersumbat dan menimbulkan masalah. "Satu atau dua pompa biasanya cukup," kata Icecreamwala.

7. Wajah berminyak juga butuh pelembap

Banyak yang beranggapan bahwa kulit berminyak sudah pasti terhidrasi sehingga tak butuh pelembap. Padahal, ini adalah hal yang berbeda.

Jika kulit mengalami dehidrasi maka artinya kulit kekurangan air, sedangkan jika kulit kering berarti kulit kekurangan minyak.

Aly Korchemniy, pendiri ANFISA Skin mengatakan, "Kulit Anda membutuhkan minyak dan air agar seimbang. Sehingga pelembap tetap dibutuhkan untuk membuatnya kenyal."

Bagi pemilik kulit yang sangat berminyak, gunakan pelembap dengan bahan dasar air.

8. Pelembap untuk seimbangkan minyak

Menggunakan pelembap dengan kandungan asam linoleat dapat membantu Anda untuk menyeimbangkan produksi minyak pada kulit.

"Studi menunjukkan bahwa ketika kulit kekurangan asam linoleat, minyak alami kulit menjadi tebal dan lengket. Sehingga dapat menyumbat pori-pori, memperburuk jerawat, dan berbagai penyakit kulit lain," tutur Korchemniy.

Itu sebabnya, pelembap tetap dibutuhkan oleh wajah yang berminyak sekalipun.

[Gambas:Video CNN] (Aul/ayk)


BACA JUGA