FOTO: Gaduh 'Labirin' Media Sosial di 'Humanize Us'

CNNIndonesia/ Safir Makki, CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 18:58 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pameran eksperimen sosial Humanize Us mengeksplorasi kaitan antara media sosial dan kesehatan mental dalam sebuah karya instalasi labirin.

Di zaman kiwari, media sosial menjadi salah satu bagian besar dalam kehidupan banyak orang. Pagi hingga malam, media sosial hampir tak pernah luput dari amatan. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Celakanya, media sosial tak ubahnya dua sisi mata pisau. Memudahkan, tapi juga mengancam. Penggunaan yang kurang bijak dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Humanize Us, yang diinisiasi oleh label busana Monstore dan studio seni Maika, mengajak publik untuk mengeksplorasi kait kelindan antara penggunaan media sosial di masa kini dengan topik kesehatan mental. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Eksplorasi diterjemahkan dalam sebuah pameran eksperimen sosial berwujud instalasi seni. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Pengunjung diajak untuk menikmati dan menafsirkan pengalaman mereka sendiri dalam instalasi ruang labirin yang terbagi ke dalam lima tahap pertemuan. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Setiap tahap menggambarkan pertemuan antara manusia dengan dunia luar. Fase pertama bertajuk 'The Origin' menggambarkan pertemuan seorang bayi yang masih polos dengan dunia untuk pertama kalinya. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Dilanjutkan dengan fase-fase berikutnya yang menyoroti berbagai perilaku manusia masa kini di media sosial, mulai dari membentuk citra diri hingga menjadi seseorang yang 'palsu' demi menyenangkan orang lain. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Pada titik akhir labirin, pengunjung akan merasakan fase 'The Society'. Tahap ini menandakan saat sesuatu yang bersifat privasi telah menjelma menjadi 'makanan publik' akibat pengaruh media sosial yang paripurna. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Selain instalasi labirin, Humanize Us juga menghadirkan rangkaian talkshow, sesi yoga, hypnotherapy, dan meditasi. Humanize Us digelar pada 22 November-25 Desember 2019 di Plaza Indonesia, Jakarta. (CNNIndonesia/Safir Makki)