Studi: Akan Lebih Banyak Anak yang Lahir dari Pasangan Online

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 03/12/2019 09:23 WIB
Studi: Akan Lebih Banyak Anak yang Lahir dari Pasangan Online Ilustrasi. Studi memprediksi, anak dari orang tua yang bertemu dalam kencan online diprediksi akan lebih banyak daripada anak dari orang tua yang bertemu di dunia nyata. (Istockphoto / Simon Dannhauer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dunia maya semakin mendapat tempat dalam kehidupan banyak orang, termasuk soal jodoh. Pada 2037 diprediksi anak yang lahir dari orang tua yang bertemu secara online (daring) lebih banyak daripada anak yang lahir dari orang tua yang bertemu secara langsung di dunia nyata.

Studi terbaru dari Imperial College Business School menunjukkan, 40 persen bayi yang lahir dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi e-babies atau bayi yang lahir dari orang tua yang bertemu di aplikasi atau situs kencan daring.

"Tahun 2035 akan menjadi tahun instrumental untuk menemukan cinta dan memulai era baru kencan abad ke-21," kata peneliti dari Imperial College Business School, dikutip dari The Independent.


Prediksi yang diberikan dalam laporan Future of Dating ini disusun berdasarkan data dari platform kencan eHarmony dan proyeksi kelahiran dari Office for National Statistics Inggris.

Selain 'bayi online', temuan menarik dari laporan ini adalah satu dari tiga (32 persen) hubungan yang dimulai dari 2015-2019 berawal dari kencan online. Angka ini meningkat dari periode 2015-2014 sebesar 19 persen atau satu dari lima orang.

Peneliti memperkirakan angka ini akan terus meningkat secara signifikan pada 2030. Mereka memprediksi lebih dari setengah hubungan berawal dari dunia maya.

"Dunia digital telah mempermudah proses kencan online, membuatnya lebih mudah untuk menemukan seseorang sambil memastikan bahwa mereka cocok dengan kriteria Anda," kata pengajar Imperial College Business School, Paolo Taticchi.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)