Kandungan Kosmetik yang Perlu Dihindari oleh Ibu Hamil

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 08/12/2019 09:41 WIB
Sejumlah kandungan dalam produk kosmetik dapat menyerap ke dalam kulit dan memengaruhi kesehatan ibu hamil maupun janin. Ilustrasi. Sejumlah kandungan dalam produk kosmetik dapat menyerap ke dalam kulit dan memengaruhi kesehatan ibu hamil maupun janin. (Foto: Istockphoto/ Gorodenkoff)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak hanya soal makanan, ibu hamil juga perlu mengamati kandungan yang terdapat dalam produk kosmetik. Sejumlah kandungan pada produk kosmetik dinilai berisiko mengganggu kesehatan ibu hamil bahkan mengganggu pertumbuhan janin.

Berikut beberapa kandungan dalam kosmetik yang baiknya dihindari oleh ibu hamil, dikutip dari Times of India.

1. Jenis paraben


Paraben menjadi kandungan yang cukup umum dalam produk krim, lotion, bahkan sabun, yang berfungsi untuk membasmi jamur dan bakteri.

Sayangnya, jumlah yang berlebih membuat paraben berbahaya bagi tubuh. Jangankan untuk produk bagi ibu hamil, paraben juga memiliki efek samping bagi semua orang.


Paparan paraben yang cukup sering dinilai dapat memicu kelahiran prematur. Selain itu, paraben juga dapat memengaruhi perkembangan otak pada janin.

2. Retinol, Retin A dan turunan vitamin A lainnya

Meski vitamin A sangat penting untuk perkembangan janin yang sehat, namun kelebihan vitamin A bisa berbahaya bagi perkembangan janin.

Turunan vitamin A seperti Retin A, Retinoid, Retinyl palmitate dapat mengganggu pertumbuhan organ janin yang menyebabkan cacat tubuh pada bayi bila digunakan rutin selama masa kehamilan.

Kandungan tersebut umumnya terdapat dalam produk 'anti-aging'. Sehingga ibu hamil perlu menghindari dahulu produk anti-penuaan selama masa kehamilan dan menggantinya dengan yang lebih alami, seperti minyak zaitun.

3. Produk pemutih

Selain produk anti-penuaan, produk pemutih seperti krim, lotion, hingga serum juga harus dihindari oleh ibu hamil.

Produk pemutih bisa mengandung mengandung hidrokuinon, zat yang dapat menyebabkan alergi ekstrem pada wanita hamil. Bila kesehatan ibu terganggu, maka kesehatan janin pun bisa ikut menurun.

4. Minyak esensial

Walau minyak esensial dinyatakan sangat alami, namun sejumlah produk herba juga ada yang memiliki efek samping bagi perkembangan janin. Misalnya minyak melati yang dapat menyebabkan kontraksi serta rosemary yang dapat meningkatkan tekanan darah.

Minyak esensial lainnya yang harus Anda hindari selama kehamilan adalah adas, kayu manis, peterseli, marjoram, dan tarragon.

Untuk itu, ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan minyak esensial karena beberapa jenis minyak dapat berbahaya bagi kehamilan.

5. Tabir Surya

Beberapa tabir surya mengandung avobenzone dan oxybenzone. Kedua bahan kimia tersebut berbahaya bagi ibu hamil.

Studi menghubungkan dua bahan kimia ini dengan gangguan hormon. Oxybenzone dikenal sebagai pengganggu endokrin dan memiliki efek berbahaya pada sistem kekebalan tubuh dan sistem saraf. Sedangkan avobenzone dapat melepaskan radikal bebas yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit.


6. Kandungan obat jerawat

Sejumlah kandungan pada obat jerawat memang sangat efektif untuk menghilangkan jerawat. Sayangnya, kandungan seperti accutane, asam salisilat, isotretinoin, retinoid, serta tetrasiklin dapat menghambat perkembangan janin dan memicu cacat.

Untuk mengatasi jerawat, ibu hamil harus berkonsultasi dengan dokter agar mendapat perawatan yang tepat.

[Gambas:Video CNN] (ayk)