Oleh-oleh Khas Kirgistan Masuk Daftar UNESCO

CNN Indonesia | Rabu, 18/12/2019 12:13 WIB
Oleh-oleh Khas Kirgistan Masuk Daftar UNESCO Topi Ak-kapak khas Kirgistan. (Vyacheslav OSELEDKO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tutup kepala tradisional milik Kirgistan yang selama ini populer sebagai oleh-oleh wisatawan, Ak-kalpak, memenangkan atatus Warisan Takbenda UNESCO.

Pemerintah Kirgistan berharap penghargaan itu bisa mendongkrak jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke negaranya.

Pencantuman Ak-kalpak dalam daftar bergengsi ini "memiliki beberapa aspek yang sangat positif bagi kami - termasuk untuk pariwisata, untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara ke negara kami," kata Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kirgistan, Maksat Uulu Damir.


"Kami ingin negara pegunungan ini dikenal lebih luas oleh dunia."

UNESCO setiap tahun mengumumkan daftar artefak budaya yang merangkum semangat dan warisan negara mereka. Yang ditambahkan bulan ini termasuk pijat tradisional Thailand.

Ak-kalpak atau topi tinggi bersulam sudah begitu dipuja di negara di Asia Tengah ini, bahkan sampai memiliki hari nasional sendiri.

Biasanya terbuat dari kain, topi empat-panel ini melambangkan "puncak pegunungan Kirgistan yang indah, yang selamanya tertutup salju," kata mantan penasihat presiden dan pemakai ak-kalpak setia, Topchubek Turgunaliyev.

Ak-kalpak buatan lokal harganya mulai US$20 (sekitar Rp280 ribu), meskipun versi sintetis yang lebih murah buatan China juga dijual di pasaran.

Hari Ak-kalpak telah dirayakan sejak 5 Maret sejak 2016, ketika penduduk Kirgistan menyusun topi Ak-kalpak hingga setinggi 3 meter di sekitar pusat ibu kota, Bishkek.

Topi ini juga diatur untuk dilindungi oleh hukum domestik.

Sebuah komite parlemen telah menyetujui rancangan undang-undang yang meningkatkan status Ak-kalpak, yang setara dengan lagu kebangsaan dan bendera nasional.

Selama debat parlemen, seorang anggota parlemen mengusulkan untuk menghukum tindakan tidak menghormati topi dengan denda 1.000 soms, atau sekitar US$15 (sekitar Rp210 ribu).

RUU tersebut, yang diharapkan disetujui oleh anggota parlemen, mengikuti skandal pada tahun 2017 ketika seekor anjing yang ikut serta dalam sebuah acara difoto mengenakan topi.

Pada bulan April, seorang pejuang seni bela diri campuran kelahiran Kirgistan, Valentina "The Bullet" Shevchenko juga mendapat kritik ketika dia mengenakan topi yang biasanya hanya dipakai oleh para pria itu selama kunjungan ke negara itu.

Parlemen juga diminta untuk memberikan status yang sama pada elechek, turban wanita khas Kirgistan yang terbuat dari selembar kain putih panjang yang membungkus hingga bawah dagu.

[Gambas:Video CNN]

(AFP/ard)