Polisi Meksiko 'Dibayar' Rp700 Ribu Turunkan Berat Badan

aul, CNN Indonesia | Senin, 23/12/2019 07:12 WIB
Dilakukan sejak Agustus 2019, para polisi di Meksiko mengaku program penurunan berat badan mengubah hidupnya menjadi lebih sehat. Ilustrasi. Dilakukan sejak Agustus 2019, para polisi di Meksiko mengaku program penurunan berat badan mengubah hidupnya menjadi lebih sehat. (CNNIndonesia/Basith Subastian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masalah kelebihan berat badan dan obesitas yang terjadi di Meksiko bukan perkara sepele. Tiga dari empat orang dewasa di Meksiko mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Akibatnya, angka penderita diabetes dan penyakit jantung pun meningkat.

Tak hanya dialami oleh warga sipil, masalah kelebihan berat badan juga menimpa jajaran kepolisian. Dari 4.270 anggota kepolisian Kota Meksiko, sebanyak 2.543 di antaranya dilaporkan mengalami kelebihan berat badan dan 1.826 didiagnosis menderita obesitas.

Untuk menangani hal tersebut, Sekretariat Keamanan dan Perlindungan Sipil Kota Meksiko memperkenalkan program Polisi Sehat. Program menawarkan para polisi cara untuk menurunkan berat badan. Polisi yang bersedia mengikuti program akan mendapatkan imbalan bonus insentif senilai 1.000 peso atau sekitar Rp736 ribu.



Melansir Channel News Asia, sebanyak lebih dari 1.000 polisi dengan berat badan berlebih di Kota Meksiko telah mengikuti program ini. Meski tak mudah pada awalnya, namun para polisi mengaku program yang telah berjalan sejak Agustus 2019 ini benar-benar mengubah hidupnya.

"Ini semua merupakan hal baru bagi saya. Bulan pertama memang berat, baik untuk mental maupun fisik. Namun, program ini telah membantu saya memahami bahwa obesitas merupakan sebuah penyakit," tutur Mauricio Barrera, polisi berusia 26 tahun yang berhasil menurunkan berat badan hingga 16 kg sejak mengikuti program Polisi Sehat.

Petugas kepolisian lain yang juga mengikuti program Polisi Sehat, Graciela Benitez, mengaku sebelumnya memiliki kesehatan yang buruk dan mudah lelah di tempat kerja. Namun kini, Benitez tak hanya kehilangan 10 kg berat badan, tapi juga merasa lebih bugar.

"Dulu saya selalu mengantuk setelah makan siang, saya merasa lelah ketika saya bekerja. Sekarang saya tidak lagi lelah, tubuh saya telah merasakan perbedaannya," ungkap polisi berusia 36 tahun ini kepada AFP.

Ini bukan pertama kalinya pemerintah Meksiko mencari cara untuk mengatasi masalah kelebihan berat badan. Sebelumnya pada 2014, Meksiko menaikkan pajak minuman soda dan minuman manis lainnya. Berdasarkan sebuah studi, hal ini diperkirakan dapat menyelamatkan 18.900 nyawa dan menghemat lebih dari US$983 juta atau sekitar Rp13,7 triliun dalam 10 tahun.

Tahun ini, pemerintah juga mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan produsen untuk memasang label peringatan pada makanan cepat saji yang memiliki kadar gula, natrium, dan lemak jenuh tinggi.

[Gambas:Video CNN] (asr)