Penurunan Berat Badan di Usia Tua Tingkatkan Risiko Kematian

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 17:00 WIB
Penurunan Berat Badan di Usia Tua Tingkatkan Risiko Kematian Ilustrasi. Studi menunjukkan, penurunan berat badan pada usia tua berisiko meningkatkan kematian. (Istockphoto/Urilux)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menurunkan berat badan jadi solusi untuk penderita obesitas. Namun, studi terbaru justru menemukan, penurunan berat badan saat memasuki usia tua terkait dengan risiko kematian dini.

Penelitian yang dipublikasikan di BMJ menemukan hubungan antara pertambahan berat badan dan kematian melemah seiring bertambahnya usia. Sementara, penurunan berat badan di usia paruh baya atau akhir masa dewasa dikaitkan dengan risiko kematian yang meningkat.

Studi dari Tongji Medical College di Wuhan, China menganalisis, 36 ribu orang berusia 40 tahun ke atas berdasarkan data dari National Health and Nutrition Examination Survey, Amerika Serikat.


Hasilnya, peneliti mendapati sejumlah temuan. Pertama, penderita obesitas saat berusia dewasa memiliki risiko tertinggi untuk kematian dini. Penambahan berat badan saat usia 20-an juga berhubungan dengan peningkatan risiko kematian jika dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan normal.

Hasil lain adalah penurunan berat badan di usia pertengahan dan lebih tua secara signifikan justru terkait dengan peningkatan risiko kematian dini.

"Penurunan berat badan yang tidak disengaja bisa menjadi tanda kondisi akibat diabetes atau kanker," kata peneliti An Pan, dikutip dari CNN.

Sedangkan, orang dengan berat badan normal yang tidak obesitas memiliki risiko kematian dini paling kecil.

Menurut An Pan, studi ini bukan bertujuan membuat orang tidak menurunkan berat badan mereka. Melainkan, agar orang tidak mengalami kenaikan berat badan saat masa muda.

"Pesan pertama dari studi ini adalah mencoba untuk tidak menambah berat badan ketika Anda muda dan di usia tua fokus pada mempertahankan gaya hidup sehat," ujar An Pan.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)