Efektivitas Cara Deteksi Jantung dengan Air Es yang Viral

tim, CNN Indonesia | Jumat, 27/12/2019 11:34 WIB
Efektivitas Cara Deteksi Jantung dengan Air Es yang Viral ilustrasi sakit jantung (Istockphoto/Tharakorn)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa hari terakhir, viral cara deteksi penyakit jantung dengan menggunakan air es. Metode mendeteksi kesehatan jantung ini dilakukan dengan cara merendam jari tangan ke dalam air es.

Cara deteksi kesehatan jantung dengan air es ini beredar luas di media sosial. Cara ini dilakukan dengan menyiapkan air dan es batu. Lalu, rendam jari tangan ke dalam air es  selama 30 detik.

Kemudian, perhatikan perubahan yang terjadi pada jari tangan. Jika jari tangan memerah, maka jantung disebut dalam keadaan sehat. Sebaliknya, jika jari tangan pucat atau membiru, artinya terdapat terdapat masalah pada jantung.


Benarkah cara ini efektif untuk mendeteksi kesehatan jantung?


Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menyatakan cara deteksi jantung dengan air es tidak dapat menentukan masalah yang dialami oleh jantung atau pembuluh darah.

Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui masalah yang benar-benar terjadi.

"Pemeriksaan ini kurang akurat. Untuk pemeriksaan awal boleh-boleh saja. Tapi, untuk menentukan bagian atau persoalan apa terjadi perlu pemeriksaan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah atau SpJP. Pembuluh darah masuk dalam kompetensi dokter jantung," kata Ketua Departemen Informasi Komunikasi dan Pengabdian Masyarakat PP PERKI dokter Sony Hilal kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/12).

Sony menjelaskan saat memasukkan tangan ke dalam air dingin, reaksi pembuluh darah akan menyempit atau diameternya mengecil. Kondisi ini membuat darah yang sampai ke jari tangan menurun. Inilah alasan jari tangan pucat atau keriput saat di dalam air.


Saat tangan diangkat dari air es, maka pembuluh darah akan berusaha untuk menghangatkan tubuh dengan melebarkan pembuluh darah. Darah akan kembali menuju jari-jari tangan.

Reaksi normal setelah tangan diangkat dari air es adalah memerah karena darah kembali menuju jari tangan. Apabila jari tangan tidak memerah, artinya tidak terjadi proses penghangatan dan diameter pembuluh darah tidak melebar.

"Kalau tidak bereaksi seperti itu, tidak ada usaha menghangatkan tubuh, dianggap punya gangguan pada jantung atau pembuluh darah," tutur Sony yang merupakan spesialis jantung di RSUI.

Sony menjelaskan sejumlah kemungkinan masalah yang dapat terjadi. Pertama, jantung memiliki gangguan sehingga tak bisa atau lambat memompa darah ke seluruh tubuh. Kemungkinan berikutnya, bisa jadi jantung normal, namun terdapat gangguan lokal pada pembuluh darah yang menghambat darah sampai ke ujung jari.

Untuk mengetahui kemungkinan pasti, perlu pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Sony menyebut dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan memegang tangan dan kaki pasien. Dokter dapat pula melakukan pemeriksaan EKG dan Echocardiografi atau USG jantung.

Selain cara deteksi jantung dengan air es, gangguan pada jantung juga dapat diketahui dengan melihat tanda atau gejala yang muncul pada tubuh.

Tanda dan gejala itu meliputi sesak napas saat melakukan aktivitas fisik, dada yang terasa sakit saat berbaring, salah satu kaki bengkak, nyeri dada seperti ditindih, dan berdebar lebih dari 150 denyut dalam satu menit.

Orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung juga diminta untuk waspada seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, stres, merokok, dan konsumsi alkohol.

(ptj/chs)