"Setiap hari saya bangun, saya tidak tahu bagaimana tubuh saya. Saya tidak bisa mengangkat tangan, bersalaman, atau memberikan pelukan. Bahkan, berpakaian pun selalu jadi tantangan buat saya," ujar Greaves, mengutip Metro. LGMD juga harus membuatnya bergerak dengan bantuan kursi roda.
Alih-alih membuatnya tak berdaya, justru kondisi tersebut membuatnya semangat dan bangkit. Ditambah dengan kecintaannya pada dunia fesyen, Greaves merilis lini busana pertamanya, Girls Chronically Rock. Lini busana itu dirilis selepas menyelesaikan kuliahnya untuk tata busana dan bisnis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Merayakan Inklusivitas lewat Peragaan Busana |
"Saya selalu suka mengenakan kaus bergambar dengan warna dan desain berbeda. Jadi kenapa tidak saya merilis lini kaus untuk berbagi cerita dan membantu menyuarakan kesadaran terkait disabilitas?" ujar Greaves.
Berangkat dari niat tersebut, dia mengembangkan situs, logo, dan desain untuk lini busananya. Hal itu dilakukan untuk memudahkan pemesanan.
Girls Chronically Rock pun mendapat perhatian pecinta fesyen. Baru-baru ini, label juga mengeluarkan koleksi untuk anak-anak. Dalam setiap kausnya, selalu ada cerita yang disematkan Greaves.
[Gambas:Video CNN] (els/asr)