Mengenal Kanker Kelenjar Getah Bening yang Diidap Ria Irawan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 17:12 WIB
Mengenal Kanker Kelenjar Getah Bening yang Diidap Ria Irawan Ilustrasi. Kanker kelenjar getah bening atau limfoma merupakan salah satu jenis kanker ganas yang menyerang sistem pertahanan tubuh. (Istockphoto/sudok1)
Jakarta, CNN Indonesia -- Begitu banyak jenis kanker yang bisa saja menyerang kekebalan tubuh Anda. Salah satunya adalah kanker kelenjar getah bening, yang merenggut nyawa aktris senior Ria Irawan pada Senin (6/1).

Kanker ini termasuk jenis kanker ganas yang menyerang sistem limfatik atau pertahanan tubuh. Secara garis besar, kanker ini dibedakan menjadi dua tipe, di antaranya limfoma non-Hodgkin dan limfoma Hodgkin. Limfoma non-Hodgkin merupakan yang paling sering menyerang usia dewasa.

Ahli penyakit dalam RS Awal Bros Tangerang, Diah Ari Safitri menjelaskan, keluhan awal yang timbul pada limfoma umumnya berupa benjolan pada daerah kelenjar getah bening dan tidak menimbulkan rasa nyeri.


"Kelenjar getah bening berada di seluruh tubuh kita dan bergabung dalam sistem limfatik bersama dengan tonsil, limpa, dan timus," ujar Diah, dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (7/1).

Sama seperti yang lainnya, limfoma dibagi menjadi empat stadium. Pada stadium pertama, sel kanker hanya mengenai satu area kelenjar getah bening. Jika ada dua atau lebih area kelenjar pada satu sisi diafragma yang terkena, maka kanker memasuki stadium dua.

Sementara pada stadium tiga, kanker terdapat pada kelenjar getah bening di kedua sisi diafragma. Terakhir adalah penyebaran ke seluruh tubuh hingga organ di luar kelenjar getah bening (hati, tulang, paru) yang menandakan stadium empat kanker.

Terapi dan Penanganan yang Tepat

Terapi kanker kelenjar getah bening ditentukan berdasarkan faktor penyakit, kondisi pasien, dan ketersediaan obat. Pada faktor penyakit, jenis dan subtipe limfoma menentukan jenis pengobatan.

"Ahli patologi yang dapat membedakan jenis limfoma berdasarkan biopsi jaringan," kata Diah.

Sementara faktor penderita meliputi umur, penyakit penyerta lain, serta kondisi pasien secara umum.

Terapi pada limfoma dapat meliputi pengobatan tunggal atau kombinasi dengan radioterapi, kemoterapi, dan imunoterapi. Kemoterapi merupakan salah satu terapi utama pada setiap jenis kanker, termasuk limfoma.

"Tujuan dari pemberian kemoterapi pada kanker kelenjar getah bening adalah untuk menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker," jelas Diah. Efek kemoterapi sendiri biasanya tergantung pada dosis serta jenis obat yang digunakan.

Pada limfoma non-Hodgkin, kemoterapi dilakukan setiap 21 hari dan diulang sebanyak enam kali. Evaluasi kemoterapi dilakukan untuk menilai keberhasilan pengobatan.

Sebelum dilakukan kemoterapi, umumnya pasien diharus menjalani pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk memastikan kondisi pasien.

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)