LANCONG SEMALAM

Rumah Kranggan dan Kisah Jaya Thio Sing Liong

Silvia Galikano, CNN Indonesia | Minggu, 12/01/2020 14:23 WIB
Foto anak-anak Thio Sing Liong di halaman depan Rumah Kranggan. (Dok. Keluarga Thio Sing Liong)
Semarang, CNN Indonesia -- Dari jalan besar di Jalan Wahid Hasyim (dahulu Kranggan Timur), Semarang, rumah bernomor 24 ini nyaris tak terlihat. Selain menjorok beberapa belas meter dari jalan raya, ada pohon besar yang tumbuh persis di depan rumah, penghalang pandang yang sempurna dari jalan.

Ditambah lagi bentuk lahannya ngantong atau mangku: kecil di depan dan melebar di belakang, sehingga terkesan tertutup oleh toko-toko lain di kanan kirinya. Tapi jangan salah, bentuk ngantong diyakini masyarakat Tionghoa dapat membawa hoki.

Warga sekitar menyebutnya "Rumah Gedong". Masyarakat sepuh menjulukinya "Rumah Abu" sebab di sana kongpo (lemari altar) berisi abu tempat menancapkan hio serta sinci (papan arwah) yang disembayangi keluarga.


Hingga awal 1960-an, masih ada plakat marmer bertuliskan "Rumah Abu Thio Sing Liong" terpasang di tembok pagar di tepi jalan. Plakat itu tak diketahui keberadaannya sekarang.

Untuk keperluan tulisan ini, saya menyebutnya Rumah Kranggan, mengacu pada lokasinya di Kranggan Timur, Semarang.

Rumah Kranggan, yang berdiri di lahan seluas 3.300 meter persegi, dilekatkan dengan nama Thio Sing Liong (1871 - 1940), pengusaha properti dan pengekspor rempah-rempah di bawah N.V. Thio Sing Liong.

Walau sudah hampir 80 tahun lalu tutup usia, properti milik Thio Sing Liong sampai sekarang masih tersebar di sejumlah tempat di Semarang.

Dua di antaranya adalah gedung Lloyd Indonesia yang berdampingan dengan bangunan yang dikenal kalangan Instagrammers dengan julukan "Rumah Akar" di pertemuan Jalan Kepodang dan Jalan Roda II, Kotalama; serta gedung yang ditempati Toko Oen di Jalan Pemuda.

Belum diketahui pasti kapan Thio Sing Liong membeli Rumah Kranggan. Yang jelas, ketika anak laki-lakinya, Thio Thiam Tjong, lahir pada 1896, Thio Sing Liong dan istri pertama sudah menempati rumah ini. Masa itu adalah masa jaya Sing Liong.

Rumah Kranggan dan Kisah Jaya Thio Sing LiongThio Sing Liong semasa hidupnya. (Dok. Keluarga Thio Sing Liong)

Ada beberapa teori yang menerangkan asal mula kepemilikan rumah ini oleh Thio Sing Liong. Teori pertama, Sing Liong membelinya dari seorang Belanda. Teori kedua, rumah ini dahulu milik Tasripin (wafat 1919), pengusaha kulit asal Semarang.

Teori ketiga, Sing Liong membelinya dari Kwee Lian Tjong, kontraktor rumah yang pada akhir abad ke-19 membeli petak-petak di sekitar Beteng dan membangunnya.

Dia juga membangun rumah tinggalnya sendiri yang berukuran besar dengan taman indah, asal mula daerah tersebut dikenal dengan nama Kebon Lancung (dari panggilan "Bah Lian Tjong").

Keluarga, diwakili generasi keempat Thio Sing Liong, Mestika Djoeachir Hardjanegara (kelahiran 1946) meyakini bahwa Rumah Kranggan dahulu dibeli dari Tasripin. Meis, sapaan Mestika, adalah cicit Thio Sing Liong dari istri kedua, Tjoa Kwat Nio.

Soal arsitektur Rumah Kranggan masih berlanjut di halaman berikutnya...

[Gambas:Video CNN]

Rumah Kranggan dan Kisah Jaya Thio Sing Liong

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3