Tujuh Tanda Jatuh Cinta pada Orang yang Salah

CNN Indonesia | Senin, 13/01/2020 05:50 WIB
Tujuh Tanda Jatuh Cinta pada Orang yang Salah Ilustrasi jatuh cinta pada orang yang salah. (Istockphoto/Ferrantraite).
Jakarta, CNN Indonesia -- Akhir-akhir ini, kerap kita jumpai orang-orang yang merasa dimanfaatkan atas apa yang telah mereka berikan dalam hubungan asmara. Padahal, mereka mungkin tulus, baik hati, dan berparas menawan.

Alarm bahaya hubungan tidak sehat bisa muncul kapan saja, tanpa diharapkan. Jika dibiarkan, Anda dapat terjebak dalam hubungan yang sarat ketergantungan atau kodependensi.

Hubungan yang sehat adalah ketika masing-masing pasangan saling memberi. Tidak hanya salah satu saja yang memberi.


Hubungan yang benar-benar sehat adalah ketika Anda melakukan itu dengan sukarela dan tidak mengharapkan imbalan dari pasangan. Namun, bukan berarti Anda rela melakukan segalanya demi pasangan.

Bagaimana Anda tahu jika hubungan yang sedang Anda jalani masuk kategori hubungan tidak sehat? Berikut adalah 7 tanda jika Anda jatuh cinta hingga tergantung pada orang yang salah.

1. Kurang senyum saat sendirian

Satu-satunya orang yang tidak bisa Anda bohongi adalah diri sendiri. Anda bisa saja membuktikan kepada orang-orang jika hubungan terlihat baik-baik saja.

Tentu saja tidak ada hubungan yang 100 persen sempurna. Namun, ketika Anda memiliki perasaan secara berlebihan sedih ketika pasangan tidak dekat dengan Anda maka Anda perlu waspada.


2. Tetap melanjutkan membaca artikel ini

Meskipun sulit bagi kita menyaring emosi, kembali lagi kita adalah orang yang paling mengerti bagaimana hati dan pikiran masing-masing. Jika kamu merasa ragu mulai muncul maka bisa jadi itu salah satu tanda bahaya yang muncul dalam hubungan Anda.

Timbal balik dalam hubungan adalah kunci. Namun, jika Anda mulai mempertanyakan seberapa besar pengorbanan pasangan untuk Anda, itulah alarm bahaya dalam hubungan yang signifikan.

3. Muncul perasaan lelah secara emosional

Hubungan yang baik seharusnya membuat hidup Anda lebih termotivasi, berwarna dan bergairah dan bukan menguras energi Anda. Jika hal tersebut terjadi dalam hubungan saat ini, pikirkan baik-baik karena Anda telah menguras energi dan mengorbankan kebahagiaan demi hubungan yang tidak sehat.

4. Kehilangan sosok diri sendiri

Apakah dalam hubungan, Anda lebih merasa seperti menjadi pelayan daripada pasangan? Anda mengorbankan segala kegiatan dan kesenangan demi pasangan yang tidak memberikan hal yang sama. Tanda hubungan tidak sehat ketika Anda melupakan keinginan sendiri dan memprioritaskan keinginan pasangan.

Hal yang perlu diingat, memang perlu memberikan pengorbanan dalam sebuah hubungan, tapi pastikan keduanya saling memiliki porsi sama dan timbal balik.

5. Tidak ada usaha jika bukan dari pihak Anda

Terjadi kekosongan dalam banyak hal, seperti mulai kehabisan bahan obrolan, keintiman yang mulai pudar jika Anda yang tidak memulai duluan, jarang menghabiskan waktu bersama jika Anda tak mengajak duluan. Hal tersebut merupakan tanda hubungan yang tidak sehat mulai muncul.

Anda dan pasangan adalah bagai sebuah puzzle, harus sama-sama saling mengisi dan melengkapi. Karena hubungan yang sehat adalah Anda dan pasangan menjadi satu tim yang saling memberi dan mengambil peran.

6. Buru-buru berkomitmen di awal hubungan

Beberapa orang buru-buru berkomitmen sehidup semati dan pada akhirnya terluka. Mereka pikir ketika telah memberikan segalanya akan menciptakan sebuah sentimen dan perasaan cinta yang semakin membuncah. Nyatanya tidak selalu. Hal-hal menyangkut komitmen akan muncul dari dua belah pihak secara alami, tak perlu buru-buru dan memaksakan diri.

7. Khawatir kehilangan sehingga terlalu protektif

Ketika Anda merasakan ada yang berubah seperti pasangan yang pelan-pelan menjauh, Anda merasa khawatir. Biasanya Anda akan semakin protektif, yang ternyata tidak lazim dilakukan dalam hubungan. Ketika Anda merasakan rasa protektif tinggi terhadap pasangan, maka itulah tanda hubungan sudah tidak sehat lagi.

[Gambas:Video CNN]

Hubungan yang baik selalu mengupayakan untuk menyelesaikan masalah bersama-sama, bukan menghindari atau menekan satu sama lain.

Ibaratnya sebuah pekerjaan, jika Anda merasa tertekan seperti bekerja penuh paksaan, juga merasa diabaikan maka sudah jelas Anda menjalin hubungan dengan orang yang salah. Anda tidak boleh membohongi nurani dan coba ikuti kata hati.

Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan menjalin hubungan pada orang yang tidak bisa menghargai Anda. Saat ini coba hargai waktu, tubuh, dan paling penting perasaan Anda. Berhenti memberikan hal-hal percuma kepada orang yang tidak pantas mendapatkan Anda,

Karena percayalah akan ada orang yang pantas untuk Anda, yang akan menerima segala kekurangan dan kelebihan Anda suatu saat nanti, di waktu yang tepat.

(khr/sfr)