Masjid Cheng Hoo, Persembahan Muslim Tionghoa untuk Sulsel

CNN Indonesia | Sabtu, 25/01/2020 16:26 WIB
Masjid Cheng Hoo, Persembahan Muslim Tionghoa untuk Sulsel Masjid Muhammad Cheng Hoo di Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan. (CNN Indonesia/ Sari)
Makassar, CNN Indonesia -- Warga muslim Tionghoa di Sulawesi Selatan mengabadikan leluhur mereka, Laksamana Cheng Hoo, menjadi sebuah nama masjid. Uniknya, Cheng Hoo, penjelajah muslim dari China pada abad ke-15, tak pernah menginjakkan kaki di Sulawesi Selatan selama berada di nusantara.

Masjid Muhammad Cheng Hoo terletak di jl Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa atau di sebelah utara Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Arsitekturnya cukup berbeda dengan lazimnya masjid-masjid di Indonesia. 

Warna catnya didominasi merah cerah. Kubah utamanya tidak berbentuk bulat. Kubah Masjid Cheng Hoo berundak-undak serupa pagoda, ciri khas bangunan peribadatan Tionghoa. Kental unsur Tionghoa, Masjid Cheng Hoo tetap terbuka untuk umum.


Masjid yang pembangunannya diinisiasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sulsel, PITI Gowa dan PITI Makassar, 2012 silam ini tak hanya menjalankan fungsi masjid seperti salat dan pengajian. Masjid juga memfasilitasi kegiatan i'tikaf saat Ramadan dan terbuka sebagai objek studi pelajar sekolah.

Visi ke depan adalah menjadikan Masjid Cheng Hoo pusat kebudayaan Islam. Para pengurus bercita-cita membangun sekolah dalam kawasan masjid.

Masjid Muhammad Cheng Hoo kerap dikunjungi oleh para musafir hingga pelajar. Guru-guru sekolah tidak jarang mengajak anak binaannya berkunjung ke masjid ini, seperti dilakukan puluhan murid sekolah dasar dari Sekolah Islam Terpadu Smart School Makassar pekan ini.

"Kami berharap ada tambahan pengetahuan bagi anak-anak tentang masjid khususnya di masjid ini yang punya nilai sejarah," tutur Nurfadhillah, (24), salah seorang guru.

Masjid Cheng Ho, Persembahan Muslim Tionghoa untuk SulselMasjid Cheng Hoo di Gowa, Makassar, dari penampakan depan. (CNN Indonesia/ Sari)
Dr Wahyuddin, (62) adalah Ketua bidang Ta'mir Masjid Muhammad Cheng Hoo. Dia bilang sejak 2005 telah rajin berinteraksi dengan muslim Tionghoa. Mulai dari mengikuti pengajian, menjadi penceramah, sampai ikut arisan. 

Wahyuddin adalah dosen mata kuliah Sejarah dan Peradaban Islam di Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar.

Dia menyebut interaksinya dengan muslim Tionghoa dilatari disertasinya soal peranan PITI dalam pembinaan muallaf. Lalu muncul ide dari warga PITI untuk membangun masjid.

"Setelah lahir ide membangun masjid itu, dicarilah lokasi yang tepat. Kebetulan Ketua PITI Gowa, Haji Suhardi punya teman menjual tanahnya dan sebagiannya dihibahkan. Itulah saat ini di atasnya berdiri Masjid Muhammad Cheng Hoo. Bukan hanya dari PITI, warga lain turut memberi sumbangsih dalam pembangunannya," kata Wahyuddin.

Sulawesi Selatan, kata Wahyuddin, punya dua masjid yang dinamakan Muhammad Cheng Hoo. Selain di Kabupaten Gowa itu, Masjid Cheng Hoo lain ada di Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar.

"Kedua masjid ini dirancang dengan arsitektur yang memadukan tiga unsur yakni unsur Arab, unsur Sulsel-Indonesia dan unsur Tionghoa. Bisa dilihat dari warna catnya yang khas Tionghoa, atapnya yang bersusun dan dimodifikasi ada unsur Sulselnya ," ujarnya
Masjid Cheng Ho, Persembahan Muslim Tionghoa untuk SulselKetua bidang Ta'mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Wahyuddin. (CNN Indonesia/ Sari)
Adapun soal penamaan masjid, Wahyuddin mengungkap sebenarnya Laksamana Cheng Hoo, saat melakukan ekspedisi di kepulauan nusantara dan sejumlah daerah lain, tidak pernah menginjakkan kaki di Sulawesi Selatan.

Selama di nusantara, Cheng Hoo disebutnya hanya singgah di Sumatera dan sebagian besar daerah Jawa.

"Saat itu Laksamana Cheng Hoo sudah muslim. Tiap daerah yang disinggahi, ada orang yang menjadi muslim mengikuti jejaknya sehingga bisa dikatakan dia bagian dari penyebar Islam di Indonesia," kata Wahyuddin.

"Dia kini simbol muslim Tionghoa di Indonesia. Memang tidak pernah singgah di Sulawesi Selatan tapi dua masjid yang dibangun menggunakan namanya adalah untuk mengenang jasa-jasanya sebarkan Islam di Indonesia," imbuh dia.

Wahyuddin menambahkan PITI kini tengah merintis pembangunan Masjid Cheng Hoo ketiga di Kabupaten Bantaeng. "Di Kabupaten Bantaeng belum terbentuk organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia tapi Tionghoa muslimnya kompak ingin membangun masjid juga yang kelak akan dinamakan Masjid Cheng Hoo," ujar Wahyuddin. (svh/wis)