Minum Teh Tiga Kali Sepekan Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 30/01/2020 09:06 WIB
Minum Teh Tiga Kali Sepekan Kurangi Risiko Penyakit Jantung Ilustrasi. Penelitian teranyar menemukan, meminum teh tiga kali atau lebih dalam sepekan dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. (langll/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Teh adalah minuman paling umum yang disajikan di mana saja. Penelitian teranyar menemukan, secangkir teh dapat membuat Anda terhindar dari penyakit kronis seperti jantung dan membuat Anda panjang umur.

Penelitian yang dipublikasikan di European Journal of Preventive Cardiology menemukan, meminum teh tiga kali atau lebih dalam sepekan dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Dalam sebuah studi jangka panjang, para peneliti dari Akademi Ilmu Kedokteran Tiongkok, Beijing, menganalisis 100.902 peserta tanpa riwayat serangan jantung, stroke, atau kanker. Peneliti membaginya ke dalam dua kelompok: mereka yang minum teh tiga kali atau lebih dalam sepekan dan mereka yang tidak.


Setelah tujuh tahun kemudian, peneliti menganalisis peserta. Hasilnya, mereka yang lebih sering minum teh memiliki kondisi tubuh sehat dalam jangka waktu yang lebih lama. Peminum teh memiliki risiko penyakit jantung dan stroke yang 20 persen lebih rendah.

Setelah penelitian tahap pertama, sebanyak 14 ribu peserta diikutkan kembali dalam penelitian lanjutan. Hasilnya, mereka yang mempertahankan kebiasaan minum teh memiliki risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah 56 persen.

Kandungan polifenol yang ada di dalam teh disebut-sebut sebagai faktor utamanya. Ahli kardiologi, Guy L Mintz mengatakan, polifenol diketahui memiliki manfaat untuk kardiovaskular.

"Manfaat ini termasuk peningkatan fungsi pembuluh darah, lebih sedikit penyempitan," ujar Mintz, melansir Healthline. Senyawa ini juga diketahui dapat meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh, yang juga dapat melindungi jantung tetap sehat.

Namun, perlu dicatat, bahwa manfaat tergantung pada jenis teh yang diminum antara teh hijau atau teh hitam. Meski keduanya sama-sama mengandung polifenol, namun kebanyakan peserta lebih mendapatkan manfaat dari teh hijau.

Hal ini terjadi karena proses fermentasi pada teh hitam dapat mengurangi efektivitas polifenol.

"Dalam populasi penelitian kami, 49 persen peminum teh terbiasa mengonsumsi teh hijau, sementara hanya 8 persen yang lebih memilih teh hitam, ujar penulis studi, Dongfeng Gu.

Hal lain yang perlu menjadi catatan adalah bahwa manfaat kesehatan lebih terasa pada laki-laki dibanding perempuan. Para peneliti menduga, hal ini disebabkan oleh rendahnya risiko penyakit jantung dan stroke pada perempuan.

[Gambas:Video CNN]

(asr/asr)