LAPORAN DARI JEPANG

Filosofi Keterbukaan dan Keakraban di Onsen Jepang

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Minggu, 02/02/2020 15:20 WIB
Bagi turis Muslimah yang ingin mencoba onsen di Jepang, tersedia onsen khusus untuk perempuan. Yuhara Onsen Park. (CNN Indonesia/ Puput Tripeni Juniman)
Tokyo, CNN Indonesia -- Pegal menggerogoti kaki usai naik turun 460 anak tangga saat mengunjungi salah satu stasiun bawah tanah tertua di Jepang, Stasiun Doai di Prefektur Gunma.

Untuk memanjakan kaki, saya mencoba onsen khusus kaki di Yuhara Onsen Park, sekitar lima menit perjalanan dari Stasiun Doai. Merendamkan kaki di air panas yang mengalir ikut membuat tubuh saya rileks. Suhu tubuh juga kembali hangat karena suhu udara di musim dingin menunjukkan 1 derajat Celcius.

Rasanya, ingin sekali langsung merendamkan seluruh badan yang ikut pegal dan kedinginan. Tapi, saya harus bersabar untuk mandi onsen karena masih ada beberapa lokasi yang mesti dikunjungi. Saya baru bisa menikmati onsen di penginapan.


Beberapa prefektur di Jepang banyak menyediakan fasilitas onsen, baik yang untuk kaki atau seluruh badan.

Setibanya di penginapan Yuzawa New Otani di Prefektur Niigata, saya langsung bergegas menuju onsen setelah mengganti pakaian dengan Yukata yang disediakan hotel. Yukata sebenarnya merupakan baju sesudah mandi yang berbentuk seperti kimono dari bahan katun tipis.

Kebanyakan hotel di Gunma dan Niigata memiliki konsep penginapan seperti rumah khas Jepang. Di tempat saya menginap misalnya, memiliki lantai jerami tanpa tempat tidur. Kasur tersedia di dalam lemari dengan pintu geser, persis seperti kamar Nobita dan Doraemon.

Area onsen tersedia di lantai dasar. Tempat onsen untuk perempuan dan laki-laki di hotel ini dibuat terpisah. Beberapa onsen alami di ruang terbuka Jepang tidak membedakan tempat untuk laki-laki maupun perempuan.

Onsen ialah budaya mandi berendam air panas khas Jepang yang sudah ada sejak abad ketujuh. Orang Jepang berendam untuk melepas penat dan menghangatkan tubuh dan menumbuhkan ikatan personal.

Masyarakat Jepang mengenal ungkapan hadaka no tsukiai yang berarti ikatan personal akan meningkat ketika berendam bersama tanpa menyembunyikan apapun di onsen.

Air onsen umumnya berasal dari sumber mata air panas alami dari pegunungan. Air pegunungan ini memasok air panas ke lebih dari 20 ribu onsen di Jepang. Air ini mengandung banyak mineral yang bermanfaat untuk onsen.

Onsen buatan juga bersumber dari air pegunungan. Pemerintah Jepang sudah menerapkan onsen buatah setidaknya harus mengandung 19 elemen mineral seperti litium, sulfur, dan sodium agar khasiat onsen tetap bisa didapatkan.

Selain menghangatkan tubuh, onsen juga digunakan para samurai untuk menyembuhkan luka. Onsen juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, merawat kulit, mencegah serta menyembuhkan sejumlah penyakit

Tanpa Sehelai Benang Ada onsen khusus kaki dan seluruh badan di Jepang. (CNN Indonesia/ Puput Tripeni Juniman)

Adab mandi di onsen mengharuskan setiap orang mandi tanpa sehelai kain alias telanjang. Bagi turis Muslimah yang ingin mencoba onsen di Jepang, tersedia onsen khusus untuk perempuan.

Pertama sekali, setiap orang mesti membuka pakaian dan menyimpan setiap barang di loker yang sudah disediakan. Tak ada satu pun barang yang boleh dibawa ke dalam onsen, termasuk makanan, minuman, telepon, dan kamera.

Anak berusia di bawah tiga tahun dan memiliki tinggi kurang dari 120 cm tak boleh masuk ke dalam onsen. Pada zaman dahulu, orang bertato juga tak boleh masuk ke dalam onsen karena dianggap sebagai kriminal. Begitu juga dengan orang yang sedang sakit dan perempuan yang sedang haid.

Sebelum berendam, pengunjung mesti mandi membersihkan seluruh tubuh dengan sabun di keran-keran air yang tersedia. Di hotel ini sudah disediakan sabun, sampo, dan lainnya.

Pastikan tubuh sudah bersih dan tak ada sabun yang tersisa sebelum masuk ke dalam kolam air panas. Lalu, masuk ke dalam kolam berkedalaman sekitar 50 cm itu secara perlahan dan hati-hati. Terdapat dua kolam yang tersedia yakni di dalam ruangan dan di luar ruangan dengan pemandangan yang dibuat seperti onsen alami.

Rendam badan hingga bagian leher atau pundak selama 20-30 menit. Onsen setidaknya harus memiliki panas di atas 25 derajat Celcius hingga 80 derajat Celcius.

Perlu diingat, rambut mesti diikat dan tak boleh dimasukkan ke dalam kolam. Meski berbentuk kolam, di onsen tak bisa berenang, menyelam, dan bahkan melompat-lompat. Menghargai orang lain yang juga sedang berendam penting saat sedang di onsen.

Setelah badan rileks keluar dari area kolam secara perlahan dan keringkan tubuh sebelum masuk ke dalam tempat mengganti pakaian.

Tubuh pun terasa ringan dan siap untuk tidur nyenyak.

Etika mandi di onsen:

- Tidak boleh menggunakan pakaian.
- Masuk ke dalam onsen setelah membersihkan diri dan pastikan tak ada sabun yang tertinggal.
- Masuk ke dalam kolam dengan perlahan dan hari-hati.
- Dilarang membasahi rambut di dalam kolam. Rambut mesti diikat tinggi atau ditutup dengan handuk.
- Hormati pengguna onsen lain.
- Keringkan tubuh sebelum kembali ke ruang ganti pakaian.

(ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK