Informasi Pembatalan Penerbangan Terkait Virus Corona

CNN Indonesia | Rabu, 18/03/2020 13:45 WIB
Informasi Pembatalan Penerbangan Terkait Virus Corona Ilustrasi. (Foto: Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- (Artikel ini mengalami pembaruan pada Rabu 18 Maret 2020)

Wabah 2019-nCoV atau virus corona membuat Bandara Internasional Tianhe di Wuhan, Hubei, China, terpaksa ditutup hingga waktu yang tak ditentukan. Wuhan disebut sebagai kota asal munculnya virus mematikan ini.

Selain dari dan ke Wuhan, banyak maskapai penerbangan yang juga menunda penerbangan dari dan ke China.


Dikutip dari Lonely Planet pada Rabu (5/2), maskapai British Airways telah menunda penerbangan dari Beijing dan Shanghai hingga 29 Februari 2020.

Maskapai KLM menunda penerbangan atas rute yang sama hingga 9 Februari 2020.

Sementara maskapai American Airlines melalukan penundaan paling lama, yakni hingga 27 Maret 2020.

Cathay Pacific, maskapai yang berbasis di Hong Kong, masih tetap melakukan penerbangan meski sejumlah fasilitas yang memerlukan kontak tubuh untuk sementara tak diberikan kepada penumpang, seperti handuk panas, bantal, selimut, majalah, barang duty-free, hingga layanan troli untuk penumpang kelas bisnis.

Senada dengan Cathay, Hong Kong Airlines malah tak memberikan kopi dan teh kepada penumpang demi menghindari pemaparan virus corona.

Per 1 Februari 2020, penerbangan antara Vietnam dan dari/ke China untuk sementara dibatalkan. Begitu juga antara Filipina dan dari/ke China, Hong Kong, Makau.

Informasi lebih lanjut mengenai cara perubahan jadwal atau pembatalan penerbangan bisa diketahui melalui situs ini atau langsung menghubungi maskapai terkait.

Refund melalui Traveloka

Pengguna yang ingin membatalkan perjalanan dapat mengajukan refund melalui beberapa kanal yang disediakan atau langsung menghubungi Traveloka.

Namun, dikarenakan adanya peningkatan permintaan refund/reschedule yang sangat signifikan karena situasi COVID-19, maka Traveloka menghimbau pengguna untuk melakukan pengajuan refund/reschedule melalui aplikasi.

"Pengguna yang ingin melakukan refund untuk memerhatikan pesanannya, terutama untuk pemesanan dengan destinasi tujuan yang masih menerima kunjungan dari wisatawan, karena dalam hal ini, para mitra kami akan memberlakukan kebijakan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam situasi normal," kata Chief Marketing Officer Traveloka, Dionisius Nathaniel, seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (18/3).

Refund dapat dilakukan pada bagian 'Pesanan' (My Booking) kemudian pilih 'Refund' pada tiket pemesanan serta mengisi data yang dibutuhkan untuk pengajuan pengembalian dana, agar lebih memudahkan pengguna dan Traveloka dalam memproses pengembalian dana.

Pada sistem pemesanan tiket di Traveloka terdapat beberapa tipe status tiket yaitu 'Bisa Refund' dan 'Tidak Bisa Refund' serta 'Bisa Reschedule' dan 'Tidak Bisa Reschedule'.

Khusus untuk tiket pemesanan akomodasi terdapat tipe 'Free Cancellation'.

Sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, bagi para pengguna yang memiliki status tiket 'Bisa Refund' dapat melakukan pengajuan refund.

Sementara, bagi para pengguna yang memiliki status tiket 'Tidak Bisa Refund', berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh mitra Traveloka, pengajuan refund tidak dapat diproses, kecuali mitra terkait memberlakukan pengecualian yang disosialisasikan kepada Traveloka.

Dalam situasi saat ini, Traveloka juga menganjurkan pengguna untuk selalu merencanakan dengan baik perjalanan dan mengikuti informasi serta perkembangan terbaru yang diumumkan oleh pemerintah dan juga lembaga internasional terpercaya, seperti WHO.

[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)