Tips Melatih Anak Lebih Peka Mengekspresikan Cinta

Tim, CNN Indonesia | Senin, 24/02/2020 07:56 WIB
Tips Melatih Anak Lebih Peka Mengekspresikan Cinta Ilustrasi: Sentuhan orang tua adalah satu dari pelbagai cara yang mampu menstimulus kepekaan anak mengekspresikan bahasa cinta. (Foto: Istockphoto/ SeventyFour)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bahasa cinta orang tua dipercaya mampu mengantarkan anak menunjukkan kasih sayang secara tepat. Bahasa cinta acapkali ditafsir dalam bentuk sentuhan, misalnya pelukan atau ciuman. Tindakan ini benar adanya. Tapi ada pula beberapa cara lain untuk memperkaya pengungkapan bahasa cinta orang tua kepada anak.

Seorang ahli parenting, Dokter Natasha Sharma menuturkan, seringkali ada anggapan bahwa perlu dibedakan saat mengajari anak laki-laki dan perempuan dalam mengekspresikan kasih sayang. Perempuan dianggap lebih ekspresif secara verbal ketimbang laki-laki.

Padahal hal tersebut tak terjadi saat Sharma membuktikan ke dua anak laki-lakinya, usia tiga tahun dan enam tahun. Ia memastikan kedua putranya tak malu mengutarakan bagaimana perasaan mereka. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan para orang tua dikutip dari Huffington Post.



Tunjukkan pelukan hangat
Sentuhan, baik berupa pelukan, gelendotan manja atau gelitik-gelitik kecil adalah salah satu cara menunjukkan kasih sayang. Bayi belajar bahwa mereka dicintai pun melalui sentuhan, sensasi pertama yang mereka rasakan untuk mengenal kenyamanan. Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang dipeluk akan tumbuh lebih bahagia.

Sementara Sharma dalam jurnalnya menuliskan, sentuhan yang positif menyimpan banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak.

Sampaikan dengan kata-kata
Berbeda dengan kalimat yang biasa diucapkan pada hubungan orang dewasa. Orang tua bisa menggantinya dengan kalimat pujian, penyemangat atau ungkapan rasa bangga. Tapi ingat, Anda harus menghindari menggunakan kalimat 'aku mencintaimu', atau 'i love you' jika hanya dimaksudkan untuk tak-tik memanipulasi atau ketika anak-anak mampu mengerjakan sesuatu dengan baik. Penulis Huffington Post Sheryl Paul pernah menyebut dalam artikelnya, bukan cinta namanya kalau bersyarat.


Yang juga penting, perlu untuk memberi tahu anak-anak bahwa mereka tetap dicintai, sekalipun di tengah itu orang tua pernah merasa marah atau kecewa. Tak ada salahnya membiasakan anak mengutarakan perasaan sayangnya secara verbal.

Memberikan hadiah
Siapa yang tak girang menerima hadiah? Peneliti Amerika menemukan bahwa rasa senang akan sungguh-sungguh meruap ketika sebuah pemberian itu bisa memuaskan dalam jangka waktu yang lama dibanding hadiah yang sekadarnya.

Karena itu jika Anda ingin hadiah tersebut berpengaruh bagi hidupnya, berikanlah sesuatu yang berarti dan personal. Tak perlu mahal. Mainan dengan warna favoritnya atau buku yang berisi ketertarikan juga hobinya bisa jadi pilihan.


Selain itu, hadiah atau sebuah pemberian membuat anak merasa lebih dihargai dan menjadi istimewa.

Menghabiskan waktu bersama
Menghabiskan waktu bersama secara berkualitas barangkali efeknya tak akan langsung terlihat. Tapi dampak dari proses ini akan awet. Melewatkan waktu bersama anak bakal membuat mereka merasa menjadi bagian yang penting dalam hidup Anda.

Itu sebab ada baiknya menepikan telepon genggam sejenak, lupakan garapan kantor atau bisnis Anda, dan temani anak-anak beraktivitas. Selami dunia mereka, dengarkan dan simak secara sungguh-sungguh.

Sebuah studi menemukan bahwa distraksi orang tua yang diciptakan oleh penggunaan telepon genggam bisa berdampak pada pertumbuhan anak-anak. Para bocah tak mampu mengkomunikasikan apa yang mereka perlukan ketika orang yang diajak bicara memecahkan fokus ke hal lainnya.

[Gambas:Video CNN] (NMA/NMA)