FOTO: Wisata di Natuna Sepeninggal Virus Corona

ANTARA FOTO, CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 18:01 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Kepulauan Natuna kembali bergairan usai raturan orang yang diobservasi atas virus corona kini sudah dipulangkan.

Kapal motor tiba di Dermaga Pelabuhan Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau. Kapal motor pompom menjadi alat transportasi utama bagi warga Kepulauan Natuna untuk menyeberang antar pulau dengan tarif Rp15 ribu - Rp30 ribu tergantung jarak tempuh. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Gugusan batu granit di kawasan Sepempang, Natuna, Kepulauan Riau. Sebanyak 237 WNI, 1 WNA, 5 orang tim aju dari Kemenlu, 24 orang tim penjemput, dan 18 kru Batik Air, selesai menjalani masa observasi di Natuna pada Sabtu (15/2). Wisata di Natuna diharapkan bergairah kembali. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Menurut komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Natuna, observasi virus corona di Natuna membuat puluhan agen wisata mengubah jadwal kedatangan wisatawan ke sini. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Bongkahan batu granit di Alif Stone Park, Desa Sepempang, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Alif Stone Park menjadi salah satu destinasi wisata dari sembilan destinasi Taman Bumi Nasional atau Geopark Nasional di Natuna selain Senubing, Pantai Bamak, Tanjung Datuk, Batu Kasah, Pulau Akar, Pulau Setanai, Gunung Ranai, dan Pulau Senua. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Wisatawan memanfaatkan WiFi gratis di Pantai Piwang, Natuna, Kepulauan Riau. Pemerintah Kabupaten Natuna menyediakan delapan titik WiFi gratis di tempat umum sebagai pemanfaatan fungsi Palapa Ring Barat yang sudah beroperasi. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Anak-anak bermain di pantai kawasan Dermaga Pengadah, Natuna, Kepulauan Riau. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Warga di pesisir pantai Sepempang, Natuna, Kepulauan Riau. Menurut data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna, sejak musim angin utara mulai Desember 2019 sepanjang bibir pantai di Natuna dipenuhi oleh sampah plastik kiriman dari luar wilayah Indoenesia yang terbawa gelombang. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)