10 Kondisi Kulit yang Menjadi Tanda Diabetes

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 16:18 WIB
10 Kondisi Kulit yang Menjadi Tanda Diabetes Ilustrasi. Beberapa kondisi kulit menjadi tanda diabetes. (Pixabay/stevepb)
Jakarta, CNN Indonesia -- Diabetes dapat memengaruhi banyak bagian tubuh Anda, termasuk kulit. Beberapa kondisi pada kulit menjadi tanda bahwa kadar gula darah Anda terlalu tinggi.

Beberapa kondisi kulit tertentu bisa menandakan bahwa Anda sedang mamasuki fase pra-diabetes. Selain itu, kondisi kulit juga menandakan bahwa perawatan diabetes yang sedang dijalani kurang sesuai.

Berikut beberapa tanda diabetes pada kulit, mengutip situs American Academy of Dermatology. 

1. Bercak kuning, kemerahan, atau cokelat
Bercak ini umumnya diiringi dengan rasa gatal dan menyakitkan. Pada bagian kulit tersebut, Anda juga bisa melihat pembuluh darah dengan jelas. Kondisi ini dinamai necrobiosis lipodica.

Kondisi kulit ini umumnya dimulai dengan benjolan padat kecil yang tampak seperti jerawat. Seiring perkembangannya, benjolan berubah jadi bercak kulit yang membengkak dan keras. Bercak bisa berwarna kuning, kemerahan, atau cokelat.

2. Area kulit lebih gelap
Munculnya area kulit yang lebih gelap juga menjadi pertanda diabetes. Area gelap ini umumnya muncul di bagian belakang leher, ketiak, dan selangkangan.

Area gelap pada kulit ini kerap menjadi tanda pradiabetes. Kondisi ini dikenal dengan istilah acanthosis nigricans.

3. Kulit keras dan menebal
Kulit yang keras dan menebal dikenal dengan istilah sklerosis digital. Kondisi ini umumnya terjadi pada jari tangan, kaki, atau keduanya.

Pada bagian tangan, Anda akan melihat kulit yang lebih keras di punggung tangan Anda. Jari-jari bisa menjadi kaku dan sulit untuk digerakkan.

Kulit yang keras dan tebal ini dapat menyebar. Mulanya muncul di lengan, kemudian menyebar ke wajah, bahu, hingga dada.

Dalam kasus yang jarang terjadi, kulit di atas lutut, pergelangan kaki, atau siku juga ikut menebal. Hal ini membuat Anda kesulitan untuk meluruskan kaki atau menekuk lengan. Kulit yang menebal kerap muncul dengan tekstur serupa kulit jeruk.

Masalah kulit ini umumnya berkembang pada orang yang memiliki komplikasi akibat diabetes.

4. Kulit melepuh
Kondisi kulit ini terbilang jarang terjadi. Namun, penderita diabetes dapat dengan tiba-tiba melihat kulit mereka melepuh.

Kulit yang melepuh cenderung terjadi pada bagian tangan dan kaki. Mulanya ia akan muncul seperti luka bakar yang serius. Namun, tak seperti luka bakar, kulit yang melepuh ini tak terasa menyakitkan.

10 Kondisi Kulit yang Menjadi Tanda DiabetesIlustrasi. Beberapa kondisi kulit menjadi tanda diabetes. (Istockphoto/LeventKonuk)

5. Infeksi kulit
Orang yang mengidap diabetes berisiko mengalami infeksi kulit. Beberapa tanda infeksi kulit yang bisa Anda perhatikan di antaranya kulit yang terasa panas, bengkak, dan menyakitkan serta kemunculan ruam yang terasa gatal atau kulit bersisik dan kering.

Infeksi kulit dapat terjadi pada berbagai area tubuh Anda, termasuk di antara jari-jari kaki, kuku, hingga pada kulit kepala.

Infeksi kulit yang terjadi setiap tahunnya menjadi tanda bahwa Anda mengidap diabetes.

6. Luka terbuka
Memiliki kadar gula darah yang tinggi untuk waktu lama dapat menyebabkan sirkulasi darah yang buruk dan kerusakan saraf. Diabetes yang tidak terkontrol dalam waktu lama akan menimbulkan luka terbuka.

Sirkulasi darah yang buruk dan kerusakan saraf dapat menyulitkan tubuh untuk menyembuhkan luka. Hal ini umumnya terjadi pada kaki.

Jika Anda mengidap diabetes, Anda harus memeriksa kaki Anda setiap hari untuk mengecek keberadaan luka terbuka.

7. Shin spot
Kondisi kulit ini menimbulkan bintik-bintik-terkadang garis-garis-yang hampir tidak terlihat pada kulit. Kondisi ini umum terjadi pada penderita diabetes.

Kondisi ini dikenal dengan istilah dermopati diabetes, yang umum terjadi di kulit sekitar tulang kering. Dalam kasus yang jarang terjadi, bintik-bintik juga muncul di lengan, paha, hidung, atau area tubuh lainnya.

Namun, tak seperti bintik-bintik penuaan, shin spot pada penderita diabetes umumnya mulai memudar setelah 18-24 bulan.

8. Benjolan kecil kekuningan
Benjolan ini kerap terlihat seperti jerawat. Namun, berbeda dengan jerawat, benjolan ini akan berwarna kekuningan. Benjolan umumnya muncul di bokong, paha, siku, atau bagian belakang lutut.

9. Benjolan merah
Hingga saat ini, kehadiran benjolan merah sebagai tanda diabetes masih diperdebatkan oleh para ahli. Kondisi ini dikenal dengan istilah granuloma annulare.

Namun, beberapa penelitian telah menemukan bahwa kondisi kulit ini kerap ditemukan pada penderita diabetes. Salah satu penelitian menyebut, orang dengan diabetes berisiko mengalami granuloma annulare di area kulit.

10. Bercak kekuningan bersisik di sekitar kelopak mata
Kondisi ini umumnya didorong oleh tingginya kadar lemak dalam darah. Hal ini juga bisa menjadi pertanda bahwa diabetes tidak terkontrol dengan baik.

Beberapa tanda diabetes pada kulit umumnya terlihat tidak terlalu serius. Namun demikian, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi di masa depan. Segera kunjungi dokter untuk melakukan tes saat tanda-tanda di atas terlihat.

[Gambas:Video CNN]




(asr/asr)