Jawaban Ilmiah Soal Rumor Bisa Hamil Saat Berenang

CNN Indonesia | Minggu, 23/02/2020 14:40 WIB
Jawaban Ilmiah Soal Rumor Bisa Hamil Saat Berenang Ilustrasi kehamilan. (StockSnap/Freestocks.org)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan perempuan tidak akan bisa hamil apabila berada di kolam renang yang sama dengan laki-laki.

Hal itu disampaikan untuk menyikapi pernyataan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Kesehatan, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), Sitti Hikmawatty pada Jumat (21/2).

Kala itu, Sitti Hikmawatty meminta perempuan harus berhati-hati saat di kolam renang.


Menurutnya, kehamilan tak langsung itu bisa terjadi tanpa penetrasi apabila sperma yang kuat berhasil masuk ke sel telur perempuan lewat mediasi kolam renang.

Ketua Biro Hukum dan Pembinaan Anggota IDI Nazar mengatakan banyak hal yang harus terpenuhi supaya perempuan bisa hamil seperti kualitas sperma, mutu ovum (sel telur), dan yang terpenting adalah suasana dalam organ reproduksi perempuan.

"Kenyataannya tidak mungkin apalagi kolam renang yang airnya sendiri bukan air murni yang ada kaporit segala macam di dalamnya tidak mampu sperma itu bertahan," ujar Nazar.

Ia menekankan kondisi sperma harus benar-benar pria serta sel telur yang baik, termasuk suasana yang tepat sehingga pembuahan itu terjadi.

"Yang lebih menentukan lagi pembuahan itu kan dalam kondisi yang spesial dalam organ reproduktif yang harusnya 'favorable'," tutur Nazar.

Ia menganalogikan proses pembuahan dengan pertandingan futsal yang berhasil mencetak gol. Menurutnya akan lebih normal bermain futsal di lapangan futsal, bukan di kolam renang.

Apabila dengan kondisi yang selayaknya seorang pemain futsal bisa mencetak gol dalam lima menit, Nazar meragukan hal tersebut bisa terjadi apabila dilakukan di kolam renang.

Banyak hal yang mempengaruhi, salah satunya adalah energi atau kinerja yang dibutuhkan.

"Kalau pun bisa, saya katakan sekali dalam lima menit bisa membuat gol, nah kalau di air bisa tidak terjadi gol jangan-jangan lima jam baru bisa gol. Itu juga belum tentu," tuturnya.

Oleh sebab itu, Nazar menyatakan kolam renang tidak bisa menggantikan suasana atau media yang bisa membuat pembuahan terjadi.

"Tuhan menciptakan yang normal itu adalah suasana terjadi pembuahan dalam organ reproduksi wanita. Selain kualitas sperma dan ovum, suasana itu sangat penting," Nazar menegaskan seperti dilansir Antara.

Sebelumnya, KPAI turut angkat bicara terkait pernyataan kontroversial salah satu komisionernya tersebut.

Ketua KPAI Susanto mengatakan pernyataan Hikmawatty bukan sikap resmi lembaga.

[Gambas:Video CNN]

(chr/ard)