Rajin olahraga selama hamil diyakini tak hanya baik bagi kesehatan ibu. Lebih dari itu, kegiatan aktif bergerak ini juga dapat membantu bayi untuk memiliki perkembangan motorik yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok pertama diminta menghabiskan waktu sekitar 45-50 menit untuk berolahraga dengan alat seperti treadmill serta sepeda statis, termasuk aerobik, sebanyak tiga kali seminggu. Olahraga tersebut rutin dilakukan sejak usia kehamilan 16 minggu hingga 36 minggu.
Di lain sisi, kelompok kedua hanya melakukan peregangan ringan serta latihan pernapasan dengan pengawasan. Dilakukan selama tiga kali seminggu tanpa patokan waktu.
Kabar baiknya, semua ibu melahirkan bayi yang sama sehat. Hanya saja, setelah bayi berusia 1 bulan, bayi-bayi dari kelompok pertama, yaitu ibu yang aktif berolahraga, menjadi lebih kuat dan lebih cepat dalam bulan-bulan berikutnya.
Perbedaan ini terlihat pada saat bayi diminta untuk mengepalkan tangan, memindahkan benda-benda, merangkak, berguling, serta bergerak. Bayi yang ibunya berolahraga umumnya memiliki kontrol anggota tubuh yang lebih baik serta otot kaki yang lebih kuat.
Lihat juga:Kesalahan-kesalahan Umum Sulit Punya Anak |
Belum benar-benar pasti apa yang menyebabkan olahraga berpengaruh terhadap perkembangan motorik bayi. Namun Dr May mengatakan, kemungkinan besar ada beberapa molekul yang melintasi plasenta saat ibu berolahraga. Salah satunya adrenalin.
Adrenalin membantu mengirim darah ke otot. Hormon yang dapat melintasi plasenta ini dinilai Dr May sangat mungkin untuk mendorong kekuatan pada bayi.
Selain itu, olahraga juga membuat tubuh dan aliran darah ibu beroperasi lebih optimal, sehingga bayi dalam kandungan lebih mungkin untuk mendapatkan nutrisi dan hormon yang lebih baik.
[Gambas:Video CNN] (ayk/ayk)