Rajin Olahraga saat Hamil, Perkembangan Bayi Jadi Lebih Baik

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 08:44 WIB
Rajin Olahraga saat Hamil, Perkembangan Bayi Jadi Lebih Baik Ilustrasi. Rajin saat berolahraga diklaim dapat membuat perkembangan bayi berjalan dengan lebih baik. (Istockphoto/stevecoleimages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memiliki anak yang tumbuh sehat tentu membawa kebahagiaan sendiri bagi orang tua. Rajin olahraga selama hamil, bisa menjadi salah satu cara untuk mewujudkannya.

Rajin olahraga selama hamil diyakini tak hanya baik bagi kesehatan ibu. Lebih dari itu, kegiatan aktif bergerak ini juga dapat membantu bayi untuk memiliki perkembangan motorik yang lebih baik.

Hal ini diungkapkan dalam penelitian baru milik University of East Carolina yang dilansir dari Daily Mail. Dalam penelitian tersebut dikatakan, ibu hamil yang menghabiskan 50 menit berjalan cepat, jogging, aerobik, atau bermain sepeda statis akan memiliki bayi dengan keterampilan motorik yang lebih baik. Terutama bagi bayi perempuan.


Hasil tersebut didapat setelah Dr Linda May dan tim peneliti merekrut 71 ibu hamil sehat berusia 18 hingga 35 tahun. Para ibu hamil pun dibagi dalam dua kelompok.

Kelompok pertama diminta menghabiskan waktu sekitar 45-50 menit untuk berolahraga dengan alat seperti treadmill serta sepeda statis, termasuk aerobik, sebanyak tiga kali seminggu. Olahraga tersebut rutin dilakukan sejak usia kehamilan 16 minggu hingga 36 minggu.

Di lain sisi, kelompok kedua hanya melakukan peregangan ringan serta latihan pernapasan dengan pengawasan. Dilakukan selama tiga kali seminggu tanpa patokan waktu.

Kabar baiknya, semua ibu melahirkan bayi yang sama sehat. Hanya saja, setelah bayi berusia 1 bulan, bayi-bayi dari kelompok pertama, yaitu ibu yang aktif berolahraga, menjadi lebih kuat dan lebih cepat dalam bulan-bulan berikutnya.

Perbedaan ini terlihat pada saat bayi diminta untuk mengepalkan tangan, memindahkan benda-benda, merangkak, berguling, serta bergerak. Bayi yang ibunya berolahraga umumnya memiliki kontrol anggota tubuh yang lebih baik serta otot kaki yang lebih kuat.


Belum benar-benar pasti apa yang menyebabkan olahraga berpengaruh terhadap perkembangan motorik bayi. Namun Dr May mengatakan, kemungkinan besar ada beberapa molekul yang melintasi plasenta saat ibu berolahraga. Salah satunya adrenalin.

Adrenalin membantu mengirim darah ke otot. Hormon yang dapat melintasi plasenta ini dinilai Dr May sangat mungkin untuk mendorong kekuatan pada bayi.

Selain itu, olahraga juga membuat tubuh dan aliran darah ibu beroperasi lebih optimal, sehingga bayi dalam kandungan lebih mungkin untuk mendapatkan nutrisi dan hormon yang lebih baik.

[Gambas:Video CNN] (ayk/ayk)