Ulasan Fashion

Fashion Rhapsody 2020, Dari Desainer untuk Bumi

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 15:58 WIB
Fashion Rhapsody 2020, Dari Desainer untuk Bumi Ilustrasi. Lewat gelaran bertajuk "Harmoni Bumi", sebanyak 13 desainer dan label mode menginterpretasikan Bumi dalam sejumlah koleksinya. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Alam beserta isinya telah menginspirasi para pekerja mode untuk berkarya. Kini, saatnya dunia mode memberikan kembali apa yang terbaik buat alam. Semangat inilah yang diusung keempat pendiri Fashion Rhapsody yakni Ariy Arka, Ayu Dyah Andari, Chintami Atmanagara, dan Yulia Fandi.

Lewat gelaran bertajuk "Harmoni Bumi", sebanyak 13 desainer dan label mode menginterpretasikan Bumi dalam sejumlah koleksinya.

"Korelasi fesyen dan manusia sangat dekat. Sebagai fashion designer, limbah kain bisa dipakai lagi, sekaligus sebagai pemberdayaan sumber daya manusia," ujar Ariy dalam konferensi pers jelang gelaran pada Rabu (26/2).

Bertempat di The Tribata, Jakarta Selatan, busana-busana yang tampil cukup beragam. Mulai dari modest wear, busana dengan kain tradisional, ataupun busana siap pakai.

Kami, misalnya, yang mengusung modest wear dengan nuansa warna tanah. Unsur keunikannya terletak pada penempatan kain lipit pada ujung busana, lengan, maupun pada bagian ujung bawahan. Permainan tekstur ini juga diaplikasikan oleh Tuty Adib. Meski busananya serba hitam, dress lipit terasa tidak membosankan.

Beberapa desainer juga tampak mengeksplorasi kain tradisional dan batik khas Nusantara. Nabil Salim, misalnya, bermain dengan motif mirip kain sasirangan khas Kalimantan Selatan. Motif ini diaplikasikan pada bahan yang cukup ringan dan lembut.

Sementara Sugeng Waskito mengambil siluet dress pari dan melukiskan motif mirip wayang dalam ukuran besar. Terlihat pula Dana Duriyatna yang menyematkan motif tribal khas Dayak pada dress dan setelah top-bottom.

Lewat gelaran bertajuk "Harmoni Bumi", sebanyak 13 desainer menginterpretasikan kembali makna Bumi dalam sejumlah koleksinya. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

Sebagai gong, label Aleabe menampilkan sekitar 20 look yang berasal dari koleksi "No Rules". Lewat koleksinya, Aleabe menekankan unsur kebebasan lewat potongan busana serba longgar.

Aleabe banyak mengaplikasikan warna-warna tanah dan selipan warna-warna terang seperti biru muda, hijau, merah, dan kuning. Warna-warna ini pun diaplikasikan pada busana dengan siluet pleated dress, tunik, kemeja, celana panjang, jumpsuit, dan kaftan.

Kesan 'bebas' pun makin terasa berkat model yang berjalan tanpa mengenakan alas kaki. Yang unik, beberapa look terlihat menghadirkan busana unisex seperti shirt tunic lengkap dengan kancing dan kantong pada dada dan kemeja oversized.

Peragaan busana ini juga turut dimeriahkan oleh Anto Hoed dan Nur Asia Uno yang turut melenggang di atas runway.

Pada gelaran ini, masing-masing desainer memamerkan dua karya. Selain nama-nama di atas, hadir pula beberapa nama lain seperti Qonita Gholib, Rasyid Salim, Adinda Moeda, Testimo, Mora, Kursien Karzai, dan Rya Baraba.

[Gambas:Video CNN]




(els/asr)