Seksisme Komentator Bola, Tanda Abai Pelecehan Seksual

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 11/03/2020 10:00 WIB
Komnas Perempuan menilai sikap pemandu pertandingan sepakbola yang mengomentari tubuh suporter perempuan, tak profesional. Ilustrasi: Komnas Perempuan menilai sikap pemandu pertandingan sepakbola yang mengomentari tubuh suporter perempuan, tak profesional. Komisioner Komnas Perempuan, Mariana Amiruddin (paling kiri). (Foto: CNN Indonesia/Resty Armenia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Nasional Anti-kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menilai kasus komentator sepakbola yang melecehkan suporter perempuan bisa dijadikan pelajaran untuk menentukan kebijakan ke depan.

Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin mengatakan, mengemukanya insiden ini menunjukkan bahwa di dunia olahraga atau bahkan di bidang lainnya, pelecehan seksual masih dianggap hal biasa.

"Kalau tidak di dalam tayangan, yaitu di dunia sehari-hari, terutama di dunia olahraga yang sifatnya maskulin memang itu terjadi, hal-hal yang melecehkan perempuan. Bahkan bukan cuma bola, tapi hampir seluruh komunitas kita, di grup band, ataupun lainnya di sektor manapun di hiburan itu masih biasa dijumpai," tutur Mariana kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.


"Tapi karena itu sebuah tayangan, jadi justru ini baru terlihat kan," sambung dia lagi.


Karena itu Mariana meminta pengelola televisi kelak lebih berhati-hati dalam memilih pengisi acara. Selain itu, penanggung jawab wajib memastikan agar tayangan yang dipertontonkan tak mengandung narasi atau pernyataan bernada melecehkan perempuan ataupun jenis kelamin tertentu.

"Ini sebenarnya sudah standar kode etik, sopan santun dalam bertayang. Jadi mungkin perlu diperhatikan lagi saja. Dari permintaan maaf mereka itu sudah bisa ditekankan, dari sisi itu untuk berhati-hati. Dan lebih sopan dalam menayangkan hal-hal yang sifatnya hiburan," pungkas Mariana.

Lebih lanjut Mariana mengkritik pemandu pertandingan sepakbola yang dinilai tak profesional. Sebab mestinya seorang komentator bola hanya mengutarakan penilaian mengenai jalannya pertandingan.

"Kalau dulu justru tidak ada komentator seperti itu ya. Saya kan juga kadang-kadang suka menonton bola, karena komentator itu ya profesional saja mengomentari pertandingannya, bukan mengomentari gaya suporter atau apapun ... Cuma dibilang kondisi suporter saja kan," ucap dia.

Komnas Perempuan soal Seksisme Komentator Bola: Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

Video berisi potongan rekaman komentator sepakbola yang viral melalui media sosial itu menuai kecaman warganet. Pasalnya, pemandu pertandingan menggunakan peribahasa untuk mengomentari tubuh suporter perempuan yang tersorot kamera. Insiden ini terjadi saat pertandingan sepakbola Persita Tangerang kontra PSM Makassar pada Jumat (6/3).

Mariana lantas mengingatkan, kelompok perempuan dan warga secara umum kini mulai kritis terhadap pelbagai bentuk perilaku pelecehan seksual. Itu sebabnya ia mewanti siapapun untuk berhati-hati melontarkan pernyataan serta membangun kesadaran agar tak berucap seksisme atau merendahkan salah satu jenis kelamin.

"Mungkin kalau dulu itu dianggap lucu dan bergurau ya. Tapi kan sekarang banyak perempuan juga sudah kritis dan ini menjadi persoalan besar. Karena memang seharusnya tidak boleh diucapkan kata-kata itu, itu merendahkan perempuan," kata dia lagi.

Komnas Perempuan soal Seksisme Komentator Bola: Foto: CNN Indonesia/ Andry Novelino


Komentator sepakbola, Rama Sugianto telah mengunggah video permintaan maaf melalui media sosial di akun pribadinya. Rama adalah salah satu komentator bola yang suaranya terekam. Dalam potongan video tersebut, ia terdengar mengomentari tubuh kelompok suporter perempuan dan melempar pernyataan ke rekan komentatornya. Percakapan keduanya soal kelompok suporter perempuan itu lantas diikuti dengan tawa lepas.

"Saya pribadi sekali lagi mohon maaf sebesar-besarnya atas segala kesalahan, dan segala khilaf saya kepada seluruh pecinta sepakbola Indonesia. Ini jadi pelajaran berharga buat saya, insyallah ke depan tidak akan terulang lagi," tulis Rama.

"Terima kasih sekali lagi buat teman-teman yang sudah memberikan masukan, sudah memberikan kritik juga yang membangun," ia melanjutkan.

[Gambas:Video CNN]

(NMA/NMA)