Gaya Iriana Jokowi dan Sedah Mirah Saat Sambut Ratu Belanda

tim, CNN Indonesia | Selasa, 10/03/2020 19:01 WIB
Saat menyambut Raja dan Ratu Belanda, Iriana Jokowi ditemani cucu keduanya Sedah Mirah menggunakan baju tradisional Indonesia. Saat menyambut Raja dan Ratu Belanda, Iriana Jokowi ditemani cucu keduanya Sedah Mirah menggunakan baju tradisional Indonesia. (Biro Pers Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia -- Iriana Jokowi mendampingi sang suami, Presiden Joko Widodo menyambut Raja dan Ratu Belanda yakni Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3).

Iriana tampil anggun menggunakan baju kurung yang dipadu dengan songket dan selendang berwarna krem. Baju kurung dengan panjang di bawah lutut itu memiliki bordir bunga-bunga dan sentuhan benang berwarna emas.

Songket yang dikenakan Iriana juga dibubuhi benang emas. Songket ini memiliki corak yang sama dengan selendang yang ada di bahu kanan ibu Negara. Di bagian ujung selendang tampak renda besar.


Iriana melengkapi penampilannya dengan riasan sederhana berupa rambut yang disanggul dan anting mutiara. Di pergelangan tangan, Iriana juga mengenakan sebuah gelang yang simpel. Mutiara juga terlihat pada hak sepatu hitam yang dikenakan Iriana.  



Iriana ditemani cucu keduanya, Sedah Mirah - putri Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu. Sedah Mirah tampak lucu dengan memakai kebaya putih dan kain batik bernuansa hijau.

Iriana Jokowi saat bertemu dengan Ratu Belanda Foto: Biro Pers Presiden
Sedah Mirah saat bertemu dengan Ratu Belanda

Sementara itu, Ratu Maxima juga tampil anggun dengan cape dress berwarna kehijauan dengan corak bunga-bunga. Ratu Maxima juga memakai ikat pinggang cokelat untuk memberikan kesan yang formal. Ikat pinggang itu senada dengan clutch yang dibawa Ratu Maxima.

Iriana bersama Ratu Maxima menemani sang suami menanam pohon cendana dan juga menyerahkan keris Pangeran Diponegoro. Presiden Jokowi menerima kembali keris Pangeran Diponegoro secara simbolik dari Raja dan Ratu Belanda itu.


Keris Pangeran Diponegoro yang sempat hilang selama ratusan tahun itu ditemukan dalam koleksi nasional Museum Volkenkunde, Leiden. Keris ini ditemukan setelah melakukan proses identifikasi pada koleksi museum selama dua tahun.

Rencananya keris Pangeran Diponegoro itu akan disimpan di Museum Nasional, Jakarta. (ptj/chs)