Hadapi Corona, LVMH Ubah Pabrik Parfum Jadi Hand Sanitizer

tim, CNN Indonesia | Senin, 16/03/2020 07:57 WIB
Hadapi Corona, LVMH Ubah Pabrik Parfum Jadi Hand Sanitizer Perusahaan induk label busana mewah Prancis mengalihfungsikan pabrik parfum mereka menjadi pabrik hand sanitizer. (Istockphoto/nito100)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah korban virus corona di Prancis kini semakin bertambah. Prancis melaporkan angka kematian terbesar dalam sehari akibat virus corona. Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran mengatakan dalam sehari pada Minggu (15/3) 29 orang meninggal akibat Covid-19.

Secara total angka kematian akibat Covid-19 di Prancis hingga kini mencapai 120 orang.

Mengutip AFP, dalam 24 jam terakhir sekitar 900 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Veran mengatakan keseluruhan kasus Covid-19 di Prancis sejak Januari mencapai 5.400 orang.


Hal ini mendorong keprihatinan dari beberapa label fashion mewah di negara tersebut untuk banting setir dan membantu mengatasi wabah. Perusahaan induk Christian Dior, Guerlain, dan Givenchy yaitu LVMH mengalihfungsikan pabrik parfum mereka untuk memproduksi pembersih tangan.

LVMH mengklaim membantu otoritas kesehatan Prancis dengan membuat pembersih tangan dan memberikannya secara gratis. LVMH mengatakan akan menggunakan semua fasilitas produksi parfum dan merek kosmetik untuk menghasilkan sejumlah besar gel hidroalkohol, atau pembersih tangan, mulai Senin.



Mengutip CNN, gel pembersih tangan tersebut akan dikirim ke otoritas kesehatan Prancis dan Assistance Publique-Hospitaux de Paris, sebuah jaringan dari 39 rumah sakit pendidikan yang merawat lebih dari 8 juta pasien setiap tahun, menurut situs webnya.

"Melalui inisiatif ini, LVMH bermaksud untuk membantu mengatasi risiko kurangnya produk di Prancis dan memungkinkan lebih banyak orang untuk terus mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi diri dari penyebaran virus," kata perusahaan itu dalam sebuah pers.



Langkah LVMH terjadi di tengah meluasnya kekurangan pembersih tangan di seluruh dunia. Di AS, Gubernur New York Andrew Cuomo mengumumkan pekan lalu bahwa negara akan memproduksi pembersih tangan sendiri dengan mempekerjakan narapidana.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan mencuci tangan dengan sabun dan air masih merupakan cara terbaik untuk mencegah penularan virus corona. Agar pembersih tangan efektif, ia harus memiliki alkohol setidaknya 60 persen, menurut CDC. (chs)